Seminar Nasional Informatika 2012 (semnasIF 2012) ISSN: 1979-2328 UPN ”Veteran” Yogyakarta, 30 Juni 2012 E-66 PEMANFAATAN CITRA DIGITAL ELEVATION MODEL (DEM) UNTUK STUDI EVOLUSI GEOMORFOLOGI GUNUNG API MERAPI SEBELUM DAN SETELAH ERUPSI GUNUNG API MERAPI 2010 Yustian Ekky Rahanjani 1) , Agung Setianto 2) , Srijono 3) 1,2,3) Jurusan Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Jl. Grafika no 2 Yogyakarta 55281 Telp (0274)-513668 e-mail : geologiugm@jogjamedianet.com Abstrak Gunung api Merapi adalah satu dari gunungapi teraktif di dunia. Erupsi G.Merapi sepanjang 26 Oktober hingga 4 November 2010 menyebabkan banyak korban dan perubahan morfologi yang signifikan di sekitar tubuh gunung api. Hal ini mendorong peneliti untuk melakukan penelitian mengenai perubahan morfologi karena erupsi. Daerah penelitian berada di lereng selatan G.Merapi, khususnya pada bagian channel dan overbank Kali Gendol. Maksud dari penelitian evolusi geomorfologi G. Merapi ini adalah mengetahui perubahan geomorfologi yang terjadi akibat erupsi G. Merapi 2010 . sedangkan tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi geologi setelah erupsi G. Merapi 2010, perubahan pola kontur setelah erupsi G. Merapi 2010, dan perubahan pola penyaluran setelah erupsi G. Merapi 2010. Pada penelitian ini, kami menggunakan DEM pada tanggal 6 Oktober 2010 dan 9 November 2010 untuk membandingkan dan menganalisis kondisi sebelum dan setelah erupsi. Penelitian mengombinasikan hasil pengolahan data Digital Elevation Model (DEM) multitemporal, yaitu DEM sebelum erupsi dan DEM sesudah erupsi dan data lapangan berupa data litologi dan morfologi untuk menganalisis peta geomorfologi, mendeterminasi perubahan elevasi, peta pola penyaluran sebelum dan setelah erupsi, , dan peta kontur sebelum dan setelah erupsi. Setelah itu, dibuat analisis perubahan jarak kontur pada tiap satuan geomorfologi, analisis fluktuasi perubahan elevasi pada tiap satuan geomorfolgi, dan analisis perubahan azimuth aliran sungai pada tiap satuan geomorfologi. Berdasarkan hasil pengolahan DEM dan data lapangan, daerah penelitian dapat dibagi menjadi dua satuan litologi yaitu Satuan Kubah Lava dan Satuan Piroklastik. Kemudian, daerah penelitian juga dapat dibagi menjadi 6 satuan geomorfologi pada DEM sesudah erupsi, yaitu Satuan Dataran, Satuan Perbukitan Bergelombang Lemah, Satuan Perbukitan Bergelombang Lemah-Kuat, Satuan Perbukitan Bergelombang Kuat, Satuan Perbukitan Berlereng Curam, dan Satuan Pegunungan Berlereng Sangat Curam. Dari hasil analisis pola kontur dan pola aliran sungai didapat bahwa arah displacement sesuai kontur menurun pada model tidak sepenuhnya sama dengan arah displacement material erupsi G. Merapi. Hal ini dikarenakan massa jenis yang tidak rata akibat transportasi material tersebut, faktor morfologi asal, dan rekayasa manusia (rumah-rumah penduduk yang menjadi barrier aliran piroklastik). Kata Kunci : DEM, Morfologi, Gunung api Merapi 1. PENDAHULUAN Gunung api aktif merupakan objek geologi yang dinamis. Keberadaannya memiliki kontribusi bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya baik positif maupun negatif. Dampak positif dari gunung api dirasakan dalam jangka waktu yang panjang sedangkan dampak negatif gunung api dapat dirasakan dalam waktu sekejap. Hal ini terbukti dari erupsi Gunung api Merapi yang terjadi pada rentang waktu 26 Oktober hingga 4 November lalu yang menelan hampir 300 korban jiwa hanya dalam waktu kurang dari 10 hari (Utomo, dkk, 2011). Oleh karena itu, hal ini menjadi masalah tersendiri bagi warga yang tinggal di lereng gunung api sebab bahaya yang mengancam mereka dapat terjadi sewaktu-waktu. Hasil dinamika gunung api akibat vulkanisme di permukaan tampak pada ekspresi deformasi morfologi. Jika terjadi erupsi dengan intensitas yang cukup signifikan, terjadi pula perubahan morfologi yang berpengaruh pada berbagai hal. Oleh karena itu, diperlukan suatu teknologi yang lebih terpadu untuk mengetahui secara lebih rinci perubahan morfolgi tersebut. Dalam penelitian ini, digunakan Digital Elevation Model (DEM) untuk mendeliniasi litologi dan morfologi setelah erupsi Gunung api (G) Merapi 2010 untuk dianalisis lebih jauh mengenai kondisinya dan genesanya. Maksud dari penelitian evolusi geomorfologi G. Merapi ini adalah mengetahui perubahan geomorfologi yang terjadi akibat erupsi G. Merapi 2010 sedangkan tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi morfologi setelah erupsi G. Merapi 2010, perubahan pola kontur setelah erupsi G. Merapi 2010, dan perubahan pola penyaluran setelah erupsi G. Merapi 2010.