STRATEGI KEBERLANJUTAN BAITUL MAAL WAT TAMWIL DI KOTA YOGYAKARTA DENGAN METODE ANALYTICAL NETWORK PROCESS Inas Khairunnisa 1 , Muhamad Mukhsin 2 , Abdul Roni 3 1 IAI An Nur Lampung 2 IAI Sukabumi 3 IAI Syekh Maulana Qori Bangko E-mail: inaskhairunnisa28@gmail.com, mmukhsin@iais.ac.id, abdulrpny555@gmail.com A. PENDAHULUAN Baitul Maal Wat Tamwil adalah lembaga keuangan mikro syariah yang beroperasi dengan menggunakan dua konsep yaitu Baitul Maal dan Baitul Tamwil. Targer utama dari Abstract: The purpose of this research is to find out the problems to the sustainability strategy of BMT in the city of Yogyakarta so that it can operate in the long term. This study uses the Analytical Network Process (ANP) method with a sample of 9 people consisting of BMT practitioners, academics, and regulators. This research is a descriptive qualitative research. This research shows that priority issues that need to be addressed are: 1) Regulation and supervision, 2) Market/communal, 3) Management, 4) Human Resources (HR), 5) Infrastructure. Experts agree that the priority solution is the regulatory and supervisory aspect with a rater agreement value of W = 0.4907. While there are five strategies, namely 1) Optimizing the role of the government, especially to support the sustainability of BMT, 2) Improving the HR education system that is integrated into Islamic economics in theory and practice, 3) Development of institutional and operational infrastructure, 4) Outreach to the community in collaboration with relevant stakeholders, 5) Development of monitoring system and reporting system. The respondents have varied opinions with a value of W = 0.2145. This research has implications for the theory of BMT and BMT sustainability problems in the city of Yogyakarta, the policies taken to support the existence of BMT. Keywords: Sustainability, Strategy, Problem, BMT, ANP Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui masalah hingga strategi keberlanjutan BMT di Kota Yogyakarta agar dapat beroperasi dalam jangka waktu yang panjang. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Network Process (ANP) dengan sampel sebanyak 9 orang yang terdiri dari praktisi BMT, akademisi, dan regulator. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa masalah prioritas yang perlu dibenahi yaitu: 1) Regulasi dan pengawasan, 2) Pasar/komunal, 3), Manajemen, 4) Sumber Daya Manusia (SDM), 5) Infrastruktur. Para pakar sepakat bahwa solusi prioritas adalah aspek regulasi dan pengawasan dengan nilai rater agreement sebesar W= 0,4907. Sedangkan strategi ada lima yaitu 1) Mengoptimalkan peran pemerintah terutama untuk mendukung keberlangsungan BMT, 2) Meningkatkan sistem pendidikan SDM yang terintegrasi ekonomi Islam secara teori dan praktik, 3) Pengembangan infrastruktur kelembagaan dan operasional, 4) Sosialisasi kepada masyarakat dengan bekerjasama dengan stakeholder terkait, 5) Pengembangan sistem pengawasan dan sistem pelaporan. Para responden memiliki pendapat yang bervariatif dengan nilai W= 0,2145. Penelitian ini berimplikasi terhadap teori mengenai BMT dan permasalahan keberlanjutan BMT di Kota Yogyakarta, kebijakan yang diambil guna mendukung keberadaan BMT. Kata Kunci:Keberlanjutan, Strategi, Masalah, BMT, ANP