69
Original Article
MFF 2018; 22(3):69-72
Majalah Farmasi dan Farmakologi
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN RISPERIDONE
KOMBINASI DAN HALOPERIDOL KOMBINASI PADA PASIEN
SKIZOFRENIA DI RSJ. DR. V. L. RATUMBUYSANG PROVINSI
SULAWESI UTARA
Nety Daud Karaeng
1
, Andi Ilham Makhmud
1
, Kristian Liaury
2
1
Fakultas Farmasi, Universitas Hasanuddin, Makassar
2
Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar
Kata Kunci :
Analisis Efektivitas
Biaya, Skizofrenia,
Risperidon Kombinasi,
Haloperidol Kombinasi
ABSTRAK
Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat dan kronis yang signifikan dihubungkan dengan masalah
kesehatan jangka panjang, sosial dan beban keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis
efektivitas biaya penggunaan risperidone kombinasi dan haloperidol kombinasi pada pasien skizofrenia
di RSJ. Prof. DR. V. L. Ratumbuysang Provinsi Sulawesi Utara pada bulan April-Juli 2018. Data
dikumpulkan secara retrospektif dan prospektif. Efektifitas pengobatan diukur menggunakan instrumen
Positive and Negative Scala Score (PANSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata biaya total
kelompok risperidone kombinasi maupun haloperidol kombinasi secara statistik tidak menunjukkan
perbedaan yang signifikan (p=1,35). Outcome kilinik kelompok risperidone kombinasi berdasarkan
persen penurunan PANSS signifikan lebih baik dibandingkan kelompok haloperidol kombinasi dengan
nilai p = 0,002. Berdasarkan perolehan Rasio Efektifitas Biaya (REB) risperidone kombinasi menjadi
pilihan yang dominan dibandingkan kelompok haloperidol kombinasi.
PENDAHULUAN
Skizofrenia merupakan penyakit mental yang
kronis dengan presentasi yang bervariasi seperti
halusinasi pendengaran (auditorik) dan delusi
(keyakinan palsu yang tetap) hingga kerusakan
fungsi psikososial (1,2,3). Sebagai penyakit kronis
hal ini terkait dengan beban sosial dan keuangan,
tidak hanya untuk pasien tetapi juga untuk
keluarga dan masyarakat yang lebih luas (2). Di
Indonesia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar
(RISKESDAS) yang dilaksanakan pada tahun 2013
menyatakan bahwa prevalensi terjadinya
skizofrenia di Indoneasi sekitar 1,7 per 1000
penduduk. Khusus di Sulawesi Utara preva-
lensinya sekitar 0,8 per 1000 penduduk (4).
Antipsikotik adalah pilihan terapetik yang paling
berguna bagi penyakit skizofrenia (5), dimana
risperidone adalah pilihan yang paling sering
digunakan sebagai obat generasi terbaru (6). Hasil
studi meta analisis dari uji klinik yang memban-
dingkan antipsikotik atipikal (risperidone)
dengan antipsikotik tipikal (haloperidol) mene-
mukan tidak ada perbedaan efikasi antara
keduanya (7), namum sebaliknya studi meta
analisis lainnya menyatakan bahwa antipsikotik
atipikal mempunyai efikasi dan toleransi yang
lebih menguntungkan dibandingkan antipsikotik
tipikal (8,9). Namun baik risperidone maupun
haloperidol memiliki potensiasi menyebabkan
efek samping, utamanya adalah gejala ekstra-
piramidal (EPS) (10,11). Sehingga dalam praktek-
nya banyak dari pasien skizofrenia tidak mem-
peroleh efektifitas pengobatan yang memuaskan
dengan terapi antipsikotik saja oleh karenanya
perlu dikombinasikan dengan terapi tambahan
(10,12) dalam hal ini yang paling umum diguna-
kan adalah trihexyphenidil (10).
Tingginya biaya pelayanan kesehatan di Indonesia
saat ini menyebabkan perlunya penggunaan dana
secara rasional khususnya untuk penyakit kronis
seperti skizofrenia (13). Hal ini kemudian
dikaitkan dengan farmakoekonomi yang lebih
spesifik merupakan sebuah penelitian tentang
proses identifikasi, mengukur dan memban-
dingkan biaya, resiko dan keuntungan dari suatu
program pelayanan dan terapi (8,9).
Minimnya penelitian efektifitas biaya antipsikotik
sebagai salah satu dasar penatalaksanaan skizo-
frenia di Provinsi Sulawesi Utara menimbulkan
banyaknya alternatif pemilihan obat untuk
mengatasi penyakit tersebut. Dengan menggu-
nakan metode analisis efektivitas biaya (AEB),
penelitian ini bertujuan untuk mengalisis anti-
psikotik mana yang lebih cost effective antara
risperidone kombinasi dan haloperidol kombinasi
pada pasien skizofrenia di RSJ. Prof. Dr. V. L.
Ratumbuysang.
METODE PENELITIAN
Rancangan Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian
observasional non eksperimental dengan desain
penelitian Cohort. Pengambilan data secara
retrospektif terhadap data sekunder berupa
catatan rekam medis serta data administrasi
pasien dan secara prospektif terhadap data primer
melalui wawancara langsung terhadap pasien.
Hasil penelitian disajikan secara deskriptif dan
analitik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan
April – Juli 2018 dan lokasi penelitian pada ruang
rawat inap di RSJ. Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang
Provinsi Sulawesi Utara. Isi dari penelitian dan
Masuk 03-11-2018
Revisi 03-12-2018
Diterima 27-12-2018
Korespondensi
Andi Ilham Makhmud
Ilham.student@gmail.com
Copyright
© 2018 Majalah Farmasi
Farmakologi Fakultas
Farmasi · Makassar
Diterbitkan tanggal
31-12-2018
Dapat Diakses Daring
Pada:
http://journal.unhas.ac.id
/index.php/mff