JURNAL HUTAN LESTARI (2020) Vol. 8 (1) : 108 119 108 KEANEKARAGAMAN SPESIES AVIFAUNA DIURNAL DI BEBERAPA TIPE HABITAT PADA AREAL IUPHHK-HTI PT HUTAN KETAPANG INDUSTRI KABUPATEN KETAPANG (Species Diversity of Avifauna Diurnal in Some Habitat Types on The Area of IUPHHK-HTI PT. Hutan Ketapang Industri Ketapang Regency) Tomy Dwifortunata, Hari Prayogo, Sarma Siahaan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak. Jl. Daya Nasional Pontianak 78124 Email: tomydwif@gmail.com Abstract Birds or Aves are members of vertebrates that have feathers and wings. Spreads from lowlands until highlands occupying various habitats, similarly in Kalimantan birds are found in various places. The goal of this research is to acquire biodiversity data of birds in certain types of the forest before and after operations in the region of PT Hutan Ketapang Industri. This research use the IPA (Index Point Abundance) method which is placed purposively on five types of habitat. The habitats are kerangas forest, peat swamp forest, dipterocarpus lowland forest, riparian and open wetland/flood plain. The research was conducted in the area before and after operational activity. The research shows the differences in results at each location. There are found 40 species of birds that belong to 23 families. Keyword: Bird Diurnal, Diversity, Five Habitat Types PENDAHULUAN Burung atau aves adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki bulu dan sayap (Kuswanda, 2010). Burung merupakan salah satu jenis satwa liar yang banyak dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan makanan, binatang peliharaan, pemenuhan kebutuhan ekonomi dan estetika. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan tingginya penggunaan jenis burung oleh manusia, mengakibatkan terjadinya tekanan spesies. Banyaknya manfaat yang dimiliki, manusia berupaya ingin memanfaatkan baik langsung maupun tidak langsung sehingga kelestarian spesies burung ini dapat terancam. Konservasi burung di Indonesia saat ini masih terpusat pada kawasan konservasi seperti cagar alam, suaka margasatwa dan taman nasional. Burung merupakan satwa liar yang memiliki tingkat mobilitas yang tinggi dan mampu beradaptasi pada berbagai tipe habitat yang luas (Welty, 1982), sehingga upaya konservasi juga perlu dilakukan di kawasan lain, salah satunya adalah di hutan lindung. Menurut UU no 106/2018, hutan lindung ialah kawasan hutan yang karena keadaan sifat alamnya diperuntukkan guna mengatur tata air, pencegahan bencana banjir dan erosi serta pemeliharaan kesuburan tanah. Burung merupakan salah satu komponen ekosistem yang memiliki peranan penting dalam mendukung berlansungnya kehidupan organisme. Keadaan ini dapat dilihat dari rantai makanan dan jaring-jaring kehidupan yang membentuk system kehidupannya dengan