602 KAJIAN POTENSI PEROLEHAN SUMBER PENDAPATAN NON LATEKS SEBELUM KEBUN KARET DIBUKA SADAP Akhmad Rouf, Yoga Bagus Setya Aji, Mudita Oktorina Nugrahani, Titik Widyasari, Sumarmadji BALAI PENELITIAN GETAS Jln Pattimura Km 6 PO BOX 804 Salatiga 50702 Email: aronidah@yahoo.co.id Abstrak Tanaman karet dapat disadap ketika sebanyak 60% telah mencapai lilit batang >45 cm. Umumnya kriteria tersebut dapat dicapai ketika tanaman berumur sekitar 5 tahun. Dengan demikian selama 5 tahun (sebelum tanaman karet dibuka sadap) belum ada pendapatan dalam bisnis perkebunan karet. Beberapa penelitian telah dilakukan guna menggali pendapatan sebelum tamanan karet dibuka sadap, antara lain melalui pengusahaan bidang peternakan maupun intercroping dengan tanaman pangan atau tanaman semusim non pangan (hortikultura). Pengusahaan tersebut pada saat ini berpeluang mendukung program pemerintah dalam rangka swasembada pangan nasional. Perihal tersebut akan dikaji di dalam makalah ini. Metode penyusunan makalah ini adalah berdasarkan hasil kajian studi literatur dari beberapa penelitian yang telah dilakukan berkaitan dengan peningkatan produktivitas lahan dan pendapatan dalam usaha perkebunan karet. Tujuan dari kajian ini adalah memberikan informasi tentang potensi sumber pendapatan sebelum tanaman karet dibuka sadap. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa pengusahaan peternakan misalnya kambing, sapi, dan ayam di perkebunan karet memberikan prospek yang baik. Demikian pula pengembangan tanaman pangan maupun hortikultura di areal perkebunan karet secara intercroping juga memberikan prospek baik. Penghitungan nilai ekonomi menunjukan pengusahaan tersebut memiliki nilai R/C antara 1-2. Umumnya pengusahaan tersebut berlangsung hingga umur TBM ke-3, utamanya intercroping dengan tanaman pangan/hortikultura. Dari beberapa penelitian dilaporkan bahwa pengusahaan tersebut tidak memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan tanaman karet. Kata kunci: pendapatan, karet, sebelum buka sadap Pendahuluan Suatu kebun karet dapat disadap bila telah memenuhi kriteria 60% dari jumlah tanaman karet per ha telah mempunyai lilit batang > 45 cm (Kuswanhadi dan Herlinawati, 2012). Standar ukuran lilit batang pada umur 5 tahun adalah ±48 cm (Rouf et al., 2013), sehingga ukuran lilit batang 45 cm seharusnya dapat dicapai pada umur 5 tahun. Dengan demikian periode pengusahaan tanaman karet selama 5 tahun pertama dapat dikatakan belum ada pendapatan, atau masih pada masa investasi (Widihartho, 2008). Selama tanaman karet belum menghasilkan (TBM) kondisi tajuk belum menutup, dan akan menutup pada umur 4-5 tahun. Kondisi tersebut memungkinkan untuk memanfaatkan areal di antara tanaman karet untuk pengusahaan bisnis lain, misalnya penanaman tanaman brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)