Volume 7, Number 2---- Juni 2018 148 Caraka : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Bahasa Daerah IMPLIKASI PEMAHAMAN TERHADAP ARAH PEMBELAJARAN DIKOTOMI RESEPTIF PRODUKTIF TERHADAP KEBERHASILAN PEMBELAJARAN SASTRA Oleh: Asep Nurjamin Asep5nurjamin@institutpendidikan.ac.id Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPISBS Institut Pendidikan Indonbesia (IPI) Garut Abstrak Salah satu penyebab kekurangberhasilan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia adalah rendahnya pemahaman terhadap arah pembelajaran sastra. Sebagian besar guru dan calon guru belum menyadari pentingnya menentukan arah pembelajaran sastra. Padahal penentuan arah pembajaran sastra ini akan sangat mempengaruhi: tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, sampai pada evaluasi pembelajaran. Dalam tulisan singkat ini akan dibahas kajian teoretis mengenai pentingnya menentukan arah pembelajaran sastra, khususnya mengenai keterampilan reseptif dan keterampilan produktif dalam pelaksanaan pembelajaran sastra, baik di sekolah dasar mapun di sekolah menengah. Kata kunci: arah pembelajaran sastra, dikotomi, keterampilan reseptif, serta keterampilan produktif. 1. Pendahuluan Banyak masalah yang dapat menyebabkan kekurangberhasilan pembelajaran bahasa Indoneia, di antaranya adalah masalah dari segi guru, masalah dari segi siswa, masalah dari segi bahan pembelajaran, masalah dari segi keterjalinan interaksi guru siswa dalam proses pembelajaran, dari ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran, serta sejumlah masalah lainnya. Sebenarnya, kekurangberhasilan pembelajaran sastra itu tidaklah semata-mata desebabkan oleh satu masalah saja. Ditemukan kecenderungan pada banyak guru dan calon guru bahasa dan sastra kekurangberhasilan itu dipengaruhi oleh banyaknya kelemahan yang dimiliki oleh guru dalam masalah-masalah tersebut. Kekurangberhasilan itu tidak hanya disebabkan oleh adanya satu masalah saja melainkan adanya berbagai kekurangan dan masalah yang dimiliki guru. Ini bisa kita yakini karena pada hakikatnya oleh guru yang efektif masalah itu tidak akan muncul atau minimal dikurangi karena guru yang efektif akan senantiasa berusaha menyadari dan mengatasi setiap masalah yang akan mengganggu keberhasilan pembelajarannya. Dari penjelasan tersebut dapat kita jetahui bahwa faktor gurulah yang menjadi kunci penentu keberhasilan pembelajaran. Oleh karena itu, masalah yang muncul dari segi