Mashuri Candra 1 , Hardi Santosa 2 , Yudi Biantoro 3 909 UPAYA MENUMBUHKAN PERSEPSI POSITIF TERHADAP GURU BK MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL Mashuri Candra 1 , Hardi Santosa 2 , Yudi Biantoro 3 1 SMAN 2 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan mashuricandra@gmail.com 2 FKIP Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta Hardi.santosa@bk.uad.ac.id 3 SMP Negeri 7 Yogyakarta yubiniza@gmail.com ABSTRAK Keberadaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah meskipun sudah diakui sebagai profesi, namun masih ada persepsi negatif tentang bimbingan dan konseling. Salah satunya BK identik dengan tempat pembuangan sampah, karena banyak siswa yang dianggap bermasalah diarahkan ke guru BK. Langkah yang dapat menumbuhkan persepsi positif siswa terhadap guru BK adalah layanan bimbingan klasikal karena diberikan kepada siswa dalam jumlah satuan kelas. Dari kenyataan di atas, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui apakah layanan bimbingan klasikal dapat menumbuhkan persepsi positif terhadap guru BK di SMAN 2 Ngadirojo. Metode penelitian ini yang digunakan menggunakan pendekatan penelitian tindakan bimbingan konseling. Subyek yang diteliti adalah siswa Kelas XII IPS 2 SMAN 2 Ngadirojo yang berjumlah 28 orang. Penelitian ini dilakukan dengan 2 siklus (siklus I dan siklus II) dimana siklus I, 2 kali tindakan dan siklus II, 1 kali tindakan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi dan wawancara dengan analisis data menggunakan teknik prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tindakan 1 siklus I dengan persentase 41% dengan kriteria kurang berhasil, dan tindakan 2 dengan persentase 50% dengan kriteria cukup berhasil. Sedangkan pada siklus II diperoleh 81% dengan kriteria berhasil. Dengan demikian diperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan bimbingan klasikal dapat menumbuhkan persepsi positif siswa terhadap guru BK di SMAN 2 Ngadirojo. Kata kunci: Persepsi Positif, Bimbingan Klasikal PENDAHULUAN Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 pasal 3 menyatakan bahwa Pendidikan Nasional bertujuan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk merealisasikan tujuan pendidikan tersebut merupakan tugas yang sangat berat bagi guru, sebab guru adalah orang yang secara langsung berhubungan dengan siswa dalam rangka membimbing dan mengarahkan. Dan salah satu guru yang berperan penting bagi pendidikan dan siswa adalah Guru Bimbingan dan Konseling. Bimbingan dan Konseling membantu individu untuk menjadi insan yang berguna dalam kehidupannya yang memiliki berbagai wawasan, pandangan, interpretasi, pilihan, penyesuaian dan keterampilan yang tepat berkenaan dengan diri sendiri dan lingkungannya. Meskipun keberadaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah sudah lebih diakui sebagai profesi, namun masih ada persepsi negatif tentang bimbingan dan konseling, terutama dari siswa kelas brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Universitas Ahmad Dahlan Repository