Diselenggarakan oleh : LEMBAGA PENELITIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPPM) UNMAS DENPASAR JL. KAMBOJA NO. 11 A KOTA DENPASAR PROVINSI BALI 29 30 AGUSTUS 2016 501 Unmas Denpasar PEMELIHARAAN TERNAK BABI DENGANPENERAPAN TEKNOLOGI BIOGAS BERWAWASAN LINGKUNGANPADA KELOMPOK TANI/TERNAK Jeanette E. M. Soputan 1 , Tineke M. Langi 2 , Jerry D. Kalele 1 , Sjenny S. Malalantang 1 1 Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi Manado 2 Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Manado jeanettesoputan@ymail.com ABSTRAK Usaha peternakan dapat memberikan manfaat yang besar dilihat dari perannya sebagai penyedia protein hewani. Hal ini merupakan titik tolak pengembangan program peternakan, yang tentunya akan diikuti dengan peningkatan jumlah ternak dan peningkatan limbah peternakan. Dengan demikian limbah ternak akan menjadi penyebab timbulnya masalah gangguan ekosistem seperti pencemaran lingkungan. Manajemen pemeliharaan ternak babi dan penerapan teknologi biogas yang berwawasan lingkungan perlu dilakukan sebagai upaya memberikan manfaat tanpa mencemari lingkungan. Kegiatan ini dilakukan pada kelompok tani/ternak Debora dan Reirem di desa Sumarayar Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa. Kegiatan yang dilakukan pada kedua kelompok tani ternak ini terdiri dari penyuluhan penyusunan formulasi ransum pakan ternak babi dan kandang yang sesuai dengan fase pertumbuhan ternak babi dan demonstrasi pengolahan limbah ternak babi menjadi biogas, serta lumpur ikutan biogas (sludge) hasil fermentasi tidak berbau dan dapat langsung dimanfaatkan sebagai pupuk pada tanaman. Gas dari limbah ternak babi pada hari ke-19 sudah dapat menyala dengan warna api biru dan tidak berbau. Kegiatan pengabdian ini sangat diminati oleh petani/perternak karena dengan demikian telah menambah pengetahuan mereka untuk dapat meramu sendiri ransum pakan ternak babi yang lebih murah (sesuai fase pertumbuhannya) dibandingkan dengan membeli pakan komersil, dan mengubah sikap mereka untuk mau mengolah limbah ternak babi sebagai bahan dasar pembuatan biogas, serta kandang selalu dalam keadaan bersih. Kata Kunci : Ransum, Limbah ternak babi, Biogas. ABSTRACT Animal husbandary business gives huge benefits from the point of view of animal protein. This is the starting point of development of animal husbandary program which usually followed by increasing number of livestocks and improvement of the quality of the its waste. It is commonly known that animals’ waste creates ecosistems’ probl em such as environmental destruction. Management of pigs’livestock and technological application of biogas which environmental friendly should be introduced to benefit community. This community service was done in a group of farmers called Debora and Reirem in form of how to formulate the food rations for raising pigs and the type of cage suitable for them and to demonstrate the processing of waste of pigs to become biogas as well fermented product of sludge which is not smelly which then can be used as fertilizer. Gas is produced after 19 days and produce fire like the LPG gas which is in blue colour. The participatns are very interested with this information because it enhance their knowledge and they can easily duplicate the technology. It changes their behavior toward pigs’ waste. Before pigs’ waste