Volume 8 No. 2 Juli-Desember, Tahun 2021, Hlm. 103-107 C O N S I L I U M Berkala Kajian Konseling Dan Ilmu Keagamaan Avalaible at http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/consilium ISSN : 2338-0608 (Print) | ISSN : 2654-878X (Online) Copyright © 2021, the Author. Published By CONSILIUM : BERKALA KAJIAN KONSELING DAN ILMU KEAGAMAAN This is an open access article under the CC BY license (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/). | 103 Tingkat Kecemasan Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus di Era New Normal (Parents' Anxiety Levels of Children with Special Needs in the New Normal Era) Rini Hayati*, Widya Utami Lubis Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah, Medan, Indonesia *Korespondensi: konselorrinihayati@gmail.com Abstract: The Covid-19 pandemic currently has changed the way people live. This is one of the reasons for the emergence of anxiety for individuals, especially parents who have children with special needs, because children with special needs are special attention need, in the social process to be able to play together, as well as special supervision. This creates a sense of anxiety for parents. This anxiety arises when social restrictions are imposed in the new normal era. This study aims to describe the level of anxiety of parents of children with special needs in the new normal era. The research method uses quantitative descriptive with a sample population of parents who have children with special needs. The instrument used in the form of a questionnaire that uses a Likert scale model and descriptive analysis. The results of this study indicate that the level of anxiety of parents of children with special needs in the new normal era is in the medium category. Keywords: Parents; Anxiety; Child With Special Needs. Abstrak: Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi saat ini telah merubah tatanan kehidupan manusia. Hal ini menjadi salah satu sebab munculnya perasaan cemas bagi setiap individu, khususnya orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, karena anak berkebutuhan merupakan anak istimewa yang membutuhkan perhatian khusus, dalam proses sosial anak membutuhkan orang lain untuk dapat bermain bersama, serta pengawasan khusus. Hal ini menimbulkan rasa kecemasan bagi orangtua. Kecemasan ini timbul ketika diberlakukannya pembatasan sosial di era new normal. Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan gambaran tingkat kecemasan orangtua anak berkebutuhan khusus di era new normal. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan populasi sampel orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Adapun instrumen yang digunakan berupa angket yang menggunakan model skala likert dan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menujukan bahwa tingkat kecemasan orangtua anak berkebutuhan khusus di era new normal berada pada kategori sedang. Kata kunci: Kecemasan; Orangtua; Anak Berkebutuhan Khusus. PENDAHULUAN Pada proses kehidupan, manusia dapat melakukan sosialisasi dimulai dari lingkungan terkecil yang disebut dengan keluarga, dimana sebagai struktur masyarakat terkecil keluarga memiliki anggota yang terdiri dari orangtua dan anak yang memiliki peran, tugas dan tanggung jawab masing-masing. Orangtua terdiri dari ayah dan ibu dalam sebuah keluarga, yang memiliki peran untuk membesarkan anak dan bertanggung jawab untuk menjaga dan memastikan kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga. Menurut Hurlock (2011) orang tua merupakan orang