Jurnal Pengabdian Masyarakat J-DINAMIKA, Vol. 5, No. 1, Juni 2020, P-ISSN: 2503-1031, E-ISSN: 2503-1112 31 Peningkatan Pengelolaan Keuangan UKM Keripik Pisang di Kabupaten Tulungagung Melalui Sistem Keuangan Berbasis Microsoft Acces Arief Rizki Fadhillah #1 , Dadang Hermawan *2 # Program Studi D3-Otomotif, Universitas Widyagama Malang Jalan Borobudur No 35 – Kota Malang 1 arief.rizki.f@widyagama.ac.id 2 dadang@widyagama.ac.id Abstract Sistem pengelolaan keuangan berbasis komputer menjadi hal yang mendesak, sehingga dapat membantu para UKM dalam menjalankan usaha dengan pengelolaan keuangan yang mudah dan baik. Salah satunya adalah UKM Ramesta yang masih menggunakan sistem manajemen tradisional, sehingga belum memiliki sistem pengelolaan keuangan yang memenuhi standar sesuai kaidah akuntansi. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh UKM Ramesta maka perlu adanya pelatihan kepada mitra UKM tentang pengelolaan keuangan berbasis Berbasis Microsoft Acces menggunakan software Cashflow Simplebook. Tujuan dari kegiatan ini adalah UKM mengalami peningkatan kinerja dan daya saing usaha. Metode pelaksanaan dalam penyelesaian permasalahan pada mitra UKM Ramesta, antara lain : identifikasi masalah, solusi permasalahan, diskusi tim pelaksana dan mitra UKM Ramesta, pelatihan sistem pengelolaan keuangan UKM berbasis Microsoft Acces, evaluasi penggunaan software cashflow simplebook terhadap pengelolaan keuangan UKM. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah peningkatkan kemampuan serta pengetahuan mitra UKM Ramesta dalam mengelola sistem keuangan, penggunaan aplikasi Cashflow Simplebook membantu UKM Ramesta dalam menyusun laporan keuangan yang lebih baik Keywords — Cashflow Simplebook, Microsoft Acces, Sistem Keuangan, UKM I. PENDAHULUAN Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) mengalami kesulitan apabila harus menggunakan pengelolaan keuangan sistematis yang sesuai dengan kaidah akuntansi dalam menjalankan usahanya. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) [1]. UKM akan mampu meningkatkan kinerja usaha dan daya saing jika pengelolaan keuangan dilakukan dengan baik serta tersusun secara sistematis berdasarkan kaidah akuntansi [2]. Pengelolan keuangan yang baik dapat dilihat berdasarkan laporan keuangan usaha yang disusun oleh para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Laporan keuangan adalah hasil dari akhir proses akuntansi dan alat yang dapat digunakan untuk memberikan informasi keuangan suatu usaha kepada pihak internal maupun ekternal. Tujuannya adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan (financial position), kinerja keuangan (financial performance) dan arus kas (cash flow) dari usaha yang dilakukan, sehingga akan dapat menyusun keputasan secara ekonomis dari penggunanya. Beberapa bagian laporan keuangan, antara lain : neraca (balance sheet), laporan rugi laba (income statement), laporan perubahan modal, dan laporan arus kas [3]. Saat ini Usaha Kecil Menengah masih banyak yang menerapkan sistem manajemen tradisional. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain : (a) pengelolaan UKM mengunakan sistem perorangan (one man show) atau dikelola oleh satu keluarga dengan suatu tradisi pengelolaan usaha, (b) Model UKM adalah usaha yang sederhana dengan tidak membutuhkan bahan baku yang banyak, memiliki proses yang sederhana serta varian produksi yang tidak terlalu banyak, (c) pola permintaan konsumen yang relatif tidak banyak berubah, (d) alat bantu proses dan produksi yang sederhana dengan tidak menggunakan alat yang tergolong berteknologi tinggi [4]. Salah satu UKM yang menggunakan sistem manajemen tradisonal ini adalah UKM Ramesta yang berlokasi di daerah Dusun Pecuk Desa Pecuk Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung. Produk yang dihasilkan UKM