4 th International Conference on Education September 25-26, 2019 “Innovation in Islamic Education: Challenges and Readiness in Society 5.0” 119 MENINGKATKAN KEMAMPUAN CALON GURU PAUD DALAM MENGATASI KEMUNGKINAN TERJADINYA TINDAK KEKERASAN PADA ANAK MELALUI LATIHAN PARENTING Hadiarni 1 , Rosa Dovita 2, Zubaidah 3 , Zulhermindra 4 IAIN Batusangkar 1 hadiarni@iainbatusangkar.ac.id, 2 dovitarosa@gmail.com, 3 zhubaidah09@gmail.com, 4 zulhermindra@iainbatusangkar.ac.id ABSTRACT This study aims to improve the ability of prospective PAUD teachers in overcoming urgent problems in children through parenting exercises. This research employed action research method following the spiral model proposed by Kemmis and Taggart consisting of planning, action, observation and reflection. The key instrument was the researchers themselves while PAUD teachers were the informants. Data collection is done by interviewing and analyzing related documents. The stages of this research were: 1) preliminary studies, 2) field observations and interviews, 3) discussions with final year of PAUD students to see their understanding of the skills needed to deal with child abuses, 4) problem analysis, 5) planning actions, 6) implementing actions and observations and 7) reflection. There were three sessions which focused on materials on knowledge and skills in parenting training. Data analysis followed qualitative research principles as follow: 1) student knowledge on child abuses, and 2) skills in implementing parenting training (guiding parents in providing protection). Data interpretation was carried out by following the development of the results or outputs of each action given to the research subjects. The results showed that students gained new skills in dealing with child abuses through parenting exercises and felt satisfied with the practices. Parents also understood their role in preventing violence against children, namely: (1) encouragement, (2) educators and communicators, (3) supervisors and role models of children, and (4) as a counselor. Keywords: PAUD teachers, child abuse, parenting training PENDAHULUAN Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat akan tindakan kekerasan terhadap anak. Berbagai isu yang berkaitan dengan kekerasan pada anak telah menjadi topik pembicaraan dan pembahasan di berbagai media, baik pada media cetak maupun elektronik serta jejaring sosial. Mirisnya, tindakan kekerasan tersebut dilakukan oleh orang-orang terdekat si anak seperti orang tua, wali, maupun pengasuh. Idealnya orang tua adalah pelindung bagi anak-anaknya baik dari segi fisik maupun psikis. Anak mempunyai hak untuk mendapat perindungan dari keluarga terutama orang tua sehingga anak mendapatkan kenyamanan dalam lingkungan keluarga. Kenyataannya, banyak tindak kekerasan yang menjadi pelakunya adalah orang tua atau orang-orang terdekat anak. Beberapa berita di bawah ini menegaskan betapa kekerasan terhadap anak menyiratkan seolah sesuatu yang sudah biasa terjadi. Misalnya, seorang ibu tiri di Purbalingga melakukan tindakan sadis pada bocah kelas I SD yang berakibat luka di sekujur tubuhnya (Liputan 6. Com, 30 Agustus 2018). Contoh lainnya adalah kasus seorang bayi yang berumur 15 bulan di Karawang terbaring koma setelah dianiaya oleh kekasih ibu bayi tersebut (Liputan 6. com, 21 Maret 2018). Selanjutnya, berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh Ligina, Mardhiyah, & Nurhidayah (2018) di UPT P2TP2A kota Bandung, dengan mewawancarai psikolog yang menangani kasus kekerasan seksual didapatkan data bahwa ayah kandung melakukan kekerasan seksual pada anak kandungnya. korban yang ditangani adalah 2 anak dalam 1 keluarga,yaitu usia sekolah dasar dan anak usia balita tindakannya lebih dari 1 kali dan disertai dengan ancaman- ancaman yang diberikan oleh ayahnya tersebut sehingga anak tidak berani untuk melaporkan kepada ibunya. Banyaknya kasus kekerasan yang dilakukan oleh orangtua terhadap anak menjadi hal yang sangat memprihatinkan. Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menunjukkan bahwa kekerasan seksual pada anak terjadi di rumah (48,7%), sekolah (4,6%), tempat umum (6,1%), tempat kerja (3,0%) dan tempat lainnya seperti hotel, motel, dan lain-lain (37,6%). Berdasarkan brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by E-Journal IAIN BATUSANGKAR