SOLIDARITY 5 (1) (2016)
SOLIDARITY
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/solidarity
PEMANFAATAN DAN PEMAKNAAN RUANG PUBLIK BAGI MASYARAKAT DI
KAWASAN JALAN PAHLAWAN KOTA SEMARANG
Krisna Sandy Ardani
Hartati Sulistyo Rini, dan Rini Iswari
Jurusan Sosiologi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk membahas pemanfaatan dan pemaknaan ruang pub-
lik bagi masyarakat di kawasan Jalan Pahlawan Kota Semarang. Metode penelitian
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Ke-
absahan data penelitian ini diperoleh melalui triangulasi data. Analisis data dalam
penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu : pengumpulan data, reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa Jalan Pahlawan dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Sema-
rang lebih ramai pada malam hari, terkecuali pada hari Minggu pagi yang diman-
fatkan untuk kegiatan Car Free Day (CFD). Malam hari Jalan Pahlawan dimanfaat-
kan untuk berbagai aktivitas sosial seperti nongkrong, foto-foto, kumpul komunitas
sampai aktivitas ekonomi seperti perdagangan. Masyarakat Kota Semarang me-
maknai Jalan Pahlawan bukan hanya sebagai akses mobilitas akan tetapi lebih se-
bagai area atau ruang publik yang dapat digunakan untuk aktivitas masyarakat,
terutama sebagai wadah interaksi antar anggota masyarakat itu sendiri.
Abstract
This study aims to discuss the use and meaning of public space for the society in the Pahla-
wan street in Semarang city. The method of this study is a qualitative research method. Data
was collected through observation, interviews, and documentation. The validity of research
data obtained through triangulation data. The data analysis was conducted in several stages:
data collection, data reduction, data presentation, and conclusion or verification. The results
showed that the Pahlawan street is more crowded at night, except on Sunday morning because
Pahlawan street is used for Car Free Day (CFD). At night Pahlawan street is used for various
social activities such as hanging out, took a photo, the community gathering, and economic
activities such as trade. Semarang people interpret the Pahlawan street not just as a mobility
access but rather as an area or public space that could be used for society activities, mainly as
a place of interaction between members of the society itself.
© 2016 Universitas Negeri Semarang
ISSN 2252-7133
Info Artikel
Sejarah Artikel:
Diterima April 2016
Disetujui Mei 2016
Dipublikasikan Juni 2016
Keywords:
Utilization, Meaning,
Public Space, Pahlawan street
Alamat korespondensi:
Gedung C7 Lantai 1, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
Email: Ardan1105@gmail.com