Agrivet (2014) 20: 17-22 Pemanfaatan limbah tebu dan agen hayati bagi peningkatan kualitas beras Utilization of sugar cane by-product and biological agents to improve the quality of rice Oktavia S. Padmini, Sri Wuryani, dan R.R.R. Brotodjojo Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta Jl. SWK 104 Condongcatur, Yogyakarta, Indonesia ABSTRACT The purpose of this study was to examine the effect of boiler ash which is a waste of sugar industry and liquid organic fertilizer (LOF) to improve the quality of rice. Experiments were set up using split plot and arranged in completely randomized design, with three replicates. Main plots were composed of inorganic fertilizers on 2 levels, namely: 100% farmer’s dose and 50% farmer’s dose plus boiler ash 10 tons/ha. Sub plots was spraying frequency of LOF "Bacteria" and LOF "Plus" with concentration of 15 mL /L consists of five levels, namely: 2, 3, 4, 5, 6 times spraying. The results showed the use of boiler ash can improve the quality of rice. Semi-organic farming system with the addition of boiler ash and spraying the mixture of LOF "Bacteria + LOF “Plus" and LOF "Bacteria" four and five times increase the yield and quality of healthy rice including calcium content and amylopectin. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh pemberian abu ketel yang merupakan limbah industria gula dan pupuk organik cair terhadap peningkatan kualitas beras. Percobaan menggunakan Split Plot yang disusun dengan Rancangan Acak Lengkap, diulang tiga kali. Petak Utama adalah pupuk anorganik terdiri atas 2 aras yaitu: 100 % dosis petani dan 50% dosis petani ditambah abu ketel 10 ton/ha. Anak Petak adalah frekuensi penyemprotan POC “Bakteri” dan POC “Plus” konsentrasi 15mL/L air terdiri atas lima aras, yaitu: 2, 3, 4, 5, 6 kali penyemprotan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan limbah abu ketel dapat meningkatkan kualitas beras. Sistem budidaya semi organik disertai penambahan abu ketel dan penyemprotan campuran POC "Bakteria+Plus" dan POC "Bakteria” empat dan lima kali meningkatkan rendemen dan kualitas beras sehat antara lain kandungan amilopektin dan kalsium. PENDAHULUAN Penerapan teknologi revolusi hijau pada tanaman padi baru yang berorientasi pada peningkatan hasil dengan mengandalkan bahan kimia berupa pupuk dan pestisida secara terus menerus mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan. Hal ini antara lain ditunjukkan oleh hara tanah yang cepat terkuras, keseimbangan hara dalam tanah terganggu, keanekaragaman hayati tanah menurun, biomassa fauna tanah menurun, fluktuasi populasi grup-grup fauna tanah dominan meningkat, proses dekomposisi sisa-sisa organik terhambat, sehingga produktivitas tanah menurun.Tanah di berbagai sentra produksi padi di Jawa Tengah (Kabupaten Sragen, Grobogan, Batang dan Sukoharjo) mempunyai rata-rata kandungan C < 2 %. Penurunan tingkat kesuburan tanah mengakibatkan penurunan efisiensi penggunaan hara (Zaenal, 2010). Dampak paling terasa adalah makin tidak responsifnya tanaman terhadap pemupukan. Meskipun dosis pupuk ditingkatkan, namun peningkatan produktivitas tanaman tidak sebanding dengan penambahan asupan pupuk. Permasalahan tersebut sejak lama terjadi di Kabupaten Sragen, yakni sebagian *Alamat korespondensi, email: oktaviasarhesti@yahoo.com 17 brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Portal Journals