Jurnal Teknik Hidro Volume 14 Nomor 1, Februari 2021 19 E ISSN : 2715 0763 P ISSN : 1979 9764 EVALUASI KEAMANAN PERLINTASAN KERETA API TERHADAP BANJIR PADA DAS SANGKARA DI KAB. MAROS DAN KAB. PANGKEP Hasdaryatmin Djufri 1 1 Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ujung Pandang Email: djufri81@poliupg.ac.id Abstrak Pembangunan jalur kereta api trans Makassar-Pare-Pare merupakan proyek strategis nasional yang diharapkan dapat mempercepat roda perekonomian di lokasi proyek. Pada DAS Sangkara di Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep terdapat 6 perlintasan kereta api yaitu pada Sungai Malengleng, Sungai Banggae, Sungai Kalibone, Sungai Bontoa 1, Sungai Bontoa 2 dan Sungai Pute. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keamanan jembatan perlintasan kereta api terhadap debit banjir yang mengacu pada persyaratan teknis jalur kereta api. Berdasarkan analisis data curah hujan maksimum pada DAS Sangkara dengan tangkapan sebesar 352 km 2 memberikan konstribusi debit banjir untuk kala ulang 50 tahun sebesar 774.201 m 3 /det yang diperoleh dengan metode HSS Nakayasu. Hasil analisis hidrolis dengan bantuan aplikasi Hecras 5.0.7. menunjukkan keamanan elevasi jembatan perlintasan kereta api terhadap luapan banjir Q 50 th. dengan clearance terendah pada jembatan Bontoa 1 yaitu sebesar 1.117 atau > 1,0 m. Kata kunci: Banjir, DAS Sangkara, Perlintasan Kereta Api Abstract The construction of the trans Makassar - Pare-Pare railway line is a national strategic project that is expected to accelerate the economy at the project site. The Sangkara watershed in Maros and Pangkep Regency there are 6 railroad crossings, namely the Malengleng River, Banggae River, Kalibone River, Bontoa 1 River, Bontoa 2 River and Pute River. The purpose of this study is to evaluate the safety of railroad crossings against flood discharge which refers to the technical requirements of the railroad. Based on the analysis of the maximum rainfall data in the Sangkara watershed, the catchment of 352 km 2 , contributed 774,201 m 3 /s of flood discharge for the 50-year return period obtained by the HSS Nakayasu method. The results of hydraulic analysis with the Hecras 5.0.7 application. shows the safety of the elevation of the railroad crossing to the flood outflow of Q 50 years. with the lowest clearance on the Bontoa 1 bridge which is equal to 1.117 m Keywords: Railway Crossings, flood, Sangkara Watershed PENDAHULUAN Daerah aliran sungai (DAS) Sangkara merupakan salah satu DAS pada Wilayah Sungai (WS) Saddang di Provinsi Sulawesi Selatan dengan luas daerah tangkapan cukup besar, yaitu sekitar 352 km 2 , dengan demikian berpotensi menimbulkan debit banjir yang cukup besar pula. DAS Sangkara mengalir dari arah Timur ke Barat di wilayah Kab. Maros dan Kab. Pangkep, dan bermuara di Selat Makassar. (Sumber: Peta WS Saddang, Lampiran Keppres No. 12 tahun 2012 tentang penetapan Wilayah Sungai). Bagian hilir DAS Sangkara merupakan jalur utama sistem transportasi di Provinsi Sulawesi Selatan, dimana terdapat enam perlintasan kereta api pada sungai- brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Electronic Journal Muhammadiyah University of Makassar