67 Copyright © 2018, Buletin Teknik Litkayasa (BTL) Tersedia online di: http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/btl e-mail:btl.puslitbangkan@gmail.com BULETINTEKNIKLITKAYASA Volume 16 Nomor 2 Desember 2018 p-ISSN: 1693-7961 e-ISSN: 2541-2450 PENDAHULUAN Ikan bandeng termasuk jenis ikan pemakan plank- ton ( plankton feeder ), yang bersifat euryhaline sehingga, artinya bahwa ikan bandeng bisa hidup di air tawar maupun asin. Ikan bandeng dikenal oleh masyarakat sebagai ikan yang hidup di air payau atau ikan yang berasal bisa dari tambak. Ikan bandeng pernah dibudidayakan di Waduk Ir. H. Djuanda pada tahun 2003. Ikan ini hidup bergerombol dan mempunyai kebiasaan hidup di air yang sedikit agak keruh Kartamiharja, (2009) dalam Sukamto et al. (2010). Penebaran ikan Bandeng (Chanos chanos) di waduk Ir H. Juanda merupakan salah satu opsi pengelolaan yang dilaksanakan sebagai upaya mengurangi dampak negatif usaha budidaya ikan dalam karamba jaring apung (Nastiti et al., 2001; Kartamihardja, 2007; Anonimus, 2009 dalam (Koeshendrajana. et al., 2011). Makanan, digunakan oleh tubuh untuk metabolisme, pergerakan, produksi organ seksual, perawatan bagian-bagian tubuh atau mengganti sel- sel yang sudah tidak dipakai. Pertumbuhan dapat didefinisikan sebagai pertumbuhan mutlak yaitu ukuran rata-rata ikan pada waktu tertentu dan pertumbuhan nisbi yaitu panjang atau berat yang dicapai satu periode waktu tertentu dibandingkan dengan panjang atau berat pada awal periode (Effendie, 1979). Mempelajari kebiasaan makan ikan artinya menentukan jenis pakan alami atau habitat ikan itu, dengan mengetahui kebiasaan makan ikan dapat dilihat hubungan ekologi diantara organisme di perairan. Sedangkan jenis makanan satu spesies ikan biasanya bergantung pada umur, tempat dan waktu. Dasar dari studi kebiasaan makanan ikan ialah mempelajari isi dari alat pencernaan makanannya, dapat dikelompokkan ikan itu sebagai pemakan plank- ton, ikan carnivora ataupun omnivora (Effendi, 1979). Tujuan penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pada waktu jam berapa ikan bandeng (Chanos chanos) makan di Waduk Ir.H. Djuanda Jatiluhur – Purwakarta. POKOK BAHASAN Lokasi dan Waktu Pengamatan dilakukan di Waduk Ir. H. Djuanda pada bulan tanggal 8-9 Mei 2018. Bahan dan Alat Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 1. RITME KEBIASAAN MAKAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) SELAMA 24 JAM DI WADUK IR. H. DJUANDA PURWAKARTA, JAWA BARAT Tri Muryanto, Sumindar dan Sukamto Teknisi Litkayasa, Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan, Jatihulur Teregistrasi I tanggal: 10 September 2018; Diterima setelah perbaikan tanggal: 03 Desember 2018; Disetujui terbit tanggal: 27 Desember 2018 Tabel 1. Bahan dan Alat Bahan dan Alat Keterangan Bahan: Ikan Bandeng (Chanos-chanos) Sampel ikan yang akan diamati Larutan Formalin 5% Zat pengawet sampel Kertas kalkir Label informasi sampel Alat: Gunting bedah Untuk membedah perut ikan Papan ukur dengan ketelitian 0,1cm Mengukur panjang ikan Timbangan digital dengan ketelitian 0,01g Menimbang berat ikan Nampan plastik Wadah ikan sampel ___________________ Korespondensi Penulis: Jl. Cilalawi No.1 Jatiluhur, Jatimekar, Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41152 Ritme Kebiasaan Makan Bandeng……di Waduk IR.H. Djuanda Purwakarta, Jawa Barat (Muryanto, T., et al) brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan