REINTERPRETASI MAKNA MODERASI BERAGAMA DALAM KONTEKS ERA PASCA KEBENARAN (POST-TRUTH) Shinta Lailatul Maghfiroh Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya (E-mail: shintamaghfiroh2@gmail.com) Muhammad Hamdan Yuwafik Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya (Email: afikhamdan@gmail.com) Siti Rohmah Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya (E-mail: sitirohmahuinsby@gmail.com) Abstract This paper describes how to reinterpret the meaning of moderation in religion in the context of the post-truth era, especially what occurs in Indonesia. This research uses library research and literature studies through the work of other researchers who are obtained through trusted journals, books, and website blogs. The results of this study indicate that the reinterpretation of the meaning of religious moderation in the post-truth era can be seen from some of the concepts conveyed by several Islamic religious scholars in Indonesia. This is in line with the meaning of religious moderation, namely to call Muslims whose religious behavior is balanced between worldly affairs (worldly) and the afterlife (ukhrawi), between extreme attitudes (followers of conservativeism in religion) and liberal attitudes (adherents of ideology deify reason in religion. ), moderate is in the middle. Keywords:Moderation, Religion, Post-Truth Abstrak Tulisan ini menggambarkan bagimana reinterpretasi makna moderasi dalam beragama pada konteks era pasca kebenaran (post-truth) khusunya yang terjadi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan library research dan studi literatur melalui karya peneliti lainya yang didaptkan melalui jurnal, buku, maupun blog website yang terpercaya. Hasil studi ini menunjukan bahwa reinterpretasi makna moderasi beragama pada era post-truth dapat dilihat dari beberapa konsep yang disampaika oleh beberapa tokoh ulama agama Islam di Indonesia. Hal tersebut selaras dengan makna moderasi beragama yaitu untuk menyebut umat Islam yang perilaku keagamaannya seimbang antara urusan dunia (duniawi) dan urusan akhirat (ukhrawi), antara sikap ekstrem (penganut paham konservatif dalam agama) dan sikap liberal (penganut paham yang mendewakan akal dalam agama), moderat ada di tengah-tengahnya. Kata Kunci:Moderasi; Agama; Post-Truth