Agrologia, Vol. 6, No.2, Oktober 2017, Hal. 75-83 75 Populasi Bakteri Pelarut Fosfat, P-Potensial Dan Hasil Jagung Yang Dipengaruhi Oleh Aplikasi MPF Pada Ultisols Jatinangor Betty Natalie Fitriatin, Mayang Agustina dan Reginawanti Hindersah Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran Jl. Raya Jatinangor Km. 21 Jatinangor, Sumedang 45363 Email: mayangagustina@gmail.com ABSTRAK Ultisols merupakan tanah yang memiliki kandungan unsur hara rendah dan unsur hara P yang terikat pada Al dan Fe. Mikroorganisme pelarut fosfat (MPF) adalah kelompok mikroorganisme yang mampu untuk melepaskan P terikat sehingga dapat diserap tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis pupuk hayati MPF dan pupuk P terhadap P-potensial, populasi BPF tanah dan hasil jagung (Zea mays. L) pada Ultisols Jatinangor. Percobaan dirancng dalam Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas sembilan perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan percobaan adalah pupuk SP-36 100 kg ha -1 , pupuk hayati MPF 50 kg ha -1 , serta kombinasi dosis pupuk SP- 36 (50 kg ha -1 dan 100 kg ha -1 ) dengan dosis pupuk hayati MPF (25 kg ha -1 , 50 kg ha -1 dan 75 kg ha -1 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dosis pupuk hayati MPF dan pupuk P berpengaruh nyata terhadap populasi BPF tanah dan hasil jagung, namun tidak berpengaruh terhadap P-potensial. Pemberian pupuk SP-36 dengan dosis 50 kg ha -1 dan 50 kg ha -1 pupuk hayati MPF merupakan kombinasi dosis terbaik. Kata kunci: pupuk hayati MPF, pupuk SP-36, P-potensial, populasi BPF, Jagung Total Phosphate Solubilizing Bacteria (Psb), Soil Potential P And Yield Of Maize (Zea mays. L) Affected By The MPF Application Grown On Jatinangor Ultisols ABSTRACT Ultisol is low fertility soil and as low available P due to P fixation by Al and Fe. The phosphate solubilizing microbes (PSM) is the microbial group that enable realease fixed-P to soil solution and be absorbed by plant. This research was aimed to determine the effects of PSM biofertilizer and phosphate fertilizer dosage combination on soil potential P, total phosphate solubilizing bacteria (PSB) population and yield of maize (Zea mays L.) grown in Ultisols. This research used a Randomized Block Design that consist of nine treatments with three replications. The treatments were 100 kg ha -1 of SP-36 fertilizer, 50 kg ha -1 of PSM biofertilizer, SP-36 fertilizer (50 kg ha -1 and 100 kg ha -1 ) with PSM biofertilizer (25 kg ha -1 , 50 kg ha -1 and 75 kg ha -1 ) repectively. The result showed that the combination of PSM and phosphate fertilizer dosage had significantly effect on PSB total population and maize yield, but did not not on potential P. This experiment suggested that SP-36 fertilizer with 50 kg ha -1 dosage and PSM biofertilizer with 50 kg ha -1 dosage is the best combination. Keywords: PSM biofertilizer, SP-36 fertilizer, soil potential P, PSB total population, Maize PENDAHULUAN Ultisols merupakan salah satu ordo tanah yang memiliki sebaran cukup luas di Indonesia yaitu sekitar 38,4 juta hektar atau sekitar 29,7% dari 190 juta hektar luas daratan (Masni dkk, 2015). Salah satu pemanfaatan potensi Ultisols adalah dengan penanaman jagung (Prasetyo dan Suriadikarta, 2006). Meskipun demikian, pemanfaatan Ultisols untuk pertanian seringkali dihadapkan pada problema tanah yang tidak subur karena