Volume 4, Nomor 1, November 2020. p-ISSN : 2614-5251 e-ISSN : 2614-526X SELAPARANG.Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan 692 PENGENALAN ALAT–ALAT PRAKTIKUM FISIKA PADA MATERI OPTIK BAGI SISWA SMA NEGERI 8 MUARO JAMBI S Purwaningsih 1) , Nehru 1) , Jufrida 1) , H Pathoni 1) , L Muliawati 2) 1) Program Studi Pendidika Fisika, FKIP, Universitas Jambi, Jambi, Jambi, Indonesia 2) Jurusan Tadris Fisika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sulthan Thaha Saefudin Jambi, Jambi, Jambi, Indonesia Corresponding author :H Pathoni E-mail :haerul_pathoni@unja.ac.id Diterima 10 September 2020, Direvisi 14 November 2020, Disetujui 14 November 2020 ABSTRAK Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di SMA Negeri 8 Muaro Jambi, banyak materi Fisika yang semestinya diajarkan melalui praktikum dan percobaan, karena berbagai faktor maka praktikum dan percobaan fisika sering tidak dilakukan, kendala yang paling banyak dijumpai adanya keterbatasan alat-alat praktikum yang tersedia. Kendala tersebut tentunya tidak dapat dibiarkan, harus dicari penyelesainnya agar pembelajaran fisika dapat berjalan sesuai dengan indikatornya. Demikian pula pada saat pembelajaran alat-alat optik, selama ini hanya dipelajari secara teori saja, pada hal untuk memahami konsep yang baik, disamping mempelajari teori juga harus disertai dengan praktikum agar dapat memahami konsep dengan baik dan juga menambah minat belajar siswa. Di SMA Negeri 8 Muaro Jambi tidak selalu praktikum dapat dilakukan, hal ini terkendala oleh ketiadaan alat-alat yang tersedia, terutama praktikum alat-alat optik. Untuk mengatasi masalah itu perlu dilakukan pengenalan alat-alat optik dan pada akhirnya melakukan praktikumnya agar supaya siswa dapat membuktikan kebenaran teori-teori yang sudah dipelajari. Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian sangat dibutuhkan bagi pihak sekolah terutama SMA Negeri 8 Muaro Jambi. Adanya kegiatan pengabdian ini guru fisika merasa terbantu dalam membelajarkan siswa-siswi dan mendapat inspirasi bagi guru untuk melakukan praktikum alat- alat optik.. Kata Kunci: praktikum alat-alat optik; SMA Negeri 8 Muaro Jambi. ABSTRACT Based on observations in SMA 8 Negeri Muaro Jambi, many Physics topic should be taught with practicum and experiment in laboratory. Many various factors the practicum and physics experiment was not done. The most common obstacle was the lack of practicum tools available. These obstacles certainly can not be tolerated, solutions must be sought so that the learning of physics can proceed according to the indicators. Similarly, when learning optikal devices, so far only studied in theory only, in terms of understanding good concepts, besides studying theory must also be accompanied by a practicum in order to understand the concept well and also increased the student interest in learning. In SMANegeri 8 Muaro Jambi not always practicum can be done, It was constrained by the lack of available equipment, especially practicum of optikal devices. To overcome this problem, it was necessary to introduce optikal devices and ultimately done the practicum . The students could prove the truth of the theories that they have learned. Based on community service activities that have been done, it can be concluded that community service activities were needed for schools, especially SMA Negeri 8 Muaro Jambi. Community service activity feel helped physics teachers in teaching students and got inspiration for teachers to doing the practicum tools optiks. Keywords: optikal equipment practicum; SMA Negeri 8 Muaro Jambi. PENDAHULUAN Tujuan pendidikan nasional adalah membentuk manusia indonesia seutuhnya sehat jasmani rohani,memiliki pengetahuan dan keterampilan, dapat mengembangkan kreativitas dan bertanggungjawab, mampu mengambangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur. Mengingat tujuan pendidikan tersebut, maka sudah selayaknya pemerintah memperhatikan mutu pendidikan. Mutu pendidikan tidak terlepas dari proses penyelenggaraan pendidikan yang terkait dengan sarana dan prasarana yang tersedia. Salah satu yang dapat menentukan mutu pendidikan adalah ketersediaan sarana yang memadai di Sekolah. Diantaranya adalah ketersediaan Laboratorium disuatu Sekolah.