Pemanfaatan Tepung Tulang Ikan Patin dan Tepung Tulang Ikan Tuna Pangestika, dkk Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 9 No.1: 44-55, Jan 2021 44 Diterima: 08/07/2020, Direview: 03/09/2020, Diterbitkan: 30/01/2021 PEMANFAATAN TEPUNG TULANG IKAN PATIN DAN TEPUNG TULANG IKAN TUNA UNTUK PEMBUATAN COOKIES The Utilization of Patin Fish Bone Powder and Tuna Fish Bone Powder in Making Cookies Widya Pangestika*, Fitria Widyasari Putri, Kusuma Arumsari Program Studi Pengolahan Hasil Laut, Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran. Jl. Raya Babakan KM. 02 Pangandaran, Jawa Barat 46396, Indonesia *Penulis Korespondensi, Email: widya.pangestika@kkp.go.id ABSTRAK Limbah tulang ikan dapat dimanfaatkan sebagai tepung tulang ikan untuk bahan tambahan dalam pembuatan cookies kaya kalsium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil rendemen, tingkat penerimaan konsumen, kadar kalsium, serta daya simpan cookies. Penambahan tepung tulang ikan patin P1 (8%); P2 (16%); P3 (24%) dan tuna T1 (8%); T2(16%); T3 (24%) dilakukan sebagai substitusi tepung terigu. Cookies tanpa penambahan tepung tulang ikan (K) juga dibuat pada penelitian ini. Dari hasil perhitungan, diketahui rendemen tepung tulang ikan patin dan tuna, masing-masing sebesar 38.6% dan 43.6%. Tingkat penerimaan konsumen dilihat dari uji hedonik dimana diketahui bahwa cookies tanpa penambahan tepung tulang ikan (K) adalah yang paling disukai konsumen, dengan rata-rata 7.5. Kandungan kalsium pada cookies tulang ikan patin (P1) dan tuna (T1) adalah 47.7 mg/100 g dan 120.2 mg/100 g. Setelah 14 minggu penyimpanan, diketahui bahwa seluruh parameter sensori cookies tulang ikan patin dan tulang ikan tuna tidak berubah secara signifikan. Kata kunci: Cookies, Hedonik, Kalsium, Tepung Tulang Ikan, Uji Daya Simpan ABSTRACT Fish bone waste could be utilized as fish bone powder as an addition in making calcium-rich cookies. This study aims to determine the powder yield, the level of consumer acceptance, the calcium levels, also the shelf-life of cookies. The addition of patin fish bone powder P1 (8%); P2 (16%); P3 (24%) and tuna fish bone powder T1 (8%); T2 (16%); T3 (24%) were carried out as the substitution of flour. Cookies without addition of fish bone powder (K), was also carried out in this study. The result shows the yield of patin and tuna fish bone powder was 38.6% and 43.6% respectively. The level of consumer acceptance could be seen through hedonic test whereas cookies without the addition of fish bone powder was the most preferable of all (average score 7.5.) Calcium content in patin fish bone cookies (P1) and tuna fish bone cookies (T1) was 47.7 mg/100 g and 120.2 mg/100 g. After 14 weeks of storage, all sensory parameters of patin and tuna fish bone cookies did not change significantly. Keywords : Calcium, Cookies, Fish Bone Flour, Hedonic Test, Shelf-Life Test PENDAHULUAN Limbah perikanan adalah limbah yang diperoleh dari hasil pengolahan perikanan yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Pencemaran tidak dapat dihindari jika pembuangan limbah dilakukan tanpa adanya pengolahan limbah terlebih dahulu maupun