Kajian Karakteristik Biolistrik Kulit Ikan Lele (Clarias Batrachus) Dengan Metode Dielektrik Frekuensi Rendah Mokhamad Robby.H 1 ,Chomsin.S. Widodo 2 , Gancang Saroja 3 Jurusan Fisika FMIPA Universitas Brawijaya Email: 1) Mokhamadrobby@gmail.com, 2) chomsinswidodo@yahoo.com, 3) gancangsaroja@yahoo.co.id Abstrak Kajian karakteristik biolistrik kulit ikan lele (Clarias Batrachus) dengan metode dielektrik frekuensi rendah berdasarkan pengukuran kapasitansi dan impedansi telah dilakukan menggunakan arus AC yang bertujuan untuk penetuan kualitas kesegaran produk perikanan non-destruktif dan mengukur karakteristik biolistrik (kapasitansi, konduktivitas dan konstanta dielektrik) kulit ikan lele. Pengukuran dilakukan menggunakan plat tembaga paralel dan LCR meter GW-instek seri 816 dengan probe ganda L dan H, dan diukur pada frekuensi dibawah 2 kHz yaitu dari 100 Hz sampai 1000 Hz. Pengukuran yang dilakukan akan membandingkan karakteristik biolistrik dengan keadaan fisik dari bahan untuk mendeteksi kesegaran kulit ikan lele. Kapasitansi dan konstanta dielektrik semakin turun ketika frekuensi dinaikkan. Penurunan nilainya secara eksponensial terutama pada frekuensi dibawah 1000 Hz, konduktivitas kulit ikan lele naik secara logaritmik ketika frekuensi juga dinaikkan. Karakteristik biolistrik (kapasitansi, konduktivitas dan konstanta dielektrik) menurun selama 7 jam pengamatan yang dilakukan. Karakteristik biolistrik dari kulit ikan lele dapat digunakan untuk mendeteksi tingkat kesegaran ikan lele. Kata kunci : karakteristik Biolistrik,metode dielektrik dan kulit ikan lele. Pendahuluan Biolistrik adalah karakteristik kelistrikan dari sel atau jaringan yang dihasilkan oleh berbagai peristiwa pada makhluk hidup yang dipengaruhi oleh senyawa metabolisme pada makhluk hidup dan pertukaran ion yang terjadi. Sebagian besar bahan biologis merupakan dielektrik dan memiliki karakteristik biolistrik yang ditentukan oleh banyak variabel, misalnya: frekuensi, kelembaban, kerapatan, berat jenis bahan, temperatur, dimensi dari bahan, faktor loss dielektrik dan komposisi bahan. Karakteristik biolistrik yang dapat diamati antara lain: impedansi, kapasitansi, induktansi, konstanta dielektrik dan konduktivitas listrik. Pengetahuan tentang karakteristik biolistrik suatu bahan organik berguna terutama untuk analisis kandungan ionik dan komposisi kimia yang umumnya digunakan untuk menentukan mutu suatu bahan organik. Karakteristik biolistrik bahan pangan, banyak digunakan sebagai acuan menilai kualitas dan kemurnian bahan secara cepat, non destruktif dan lebih efisien. Secara umum produk hasil perikanan bersifat perishable (mudah rusak) atau mudah busuk bila tidak melalui proses pengawetan . Penyebab kerusakan ini ada yang eksternal baik dari makhluk hidup seperti bakteri dan mikroba atau dari cuaca misalnya suhu, kelembaban, dan kerusakan yang disebabkan dari bahan itu sendiri (internal) misalnya komposisi kimia, kadar air dari bahan tersebut. Untuk mengukur kualitas produk-produk hasil perikanan umumnya dilakukan secara kimiawi atau pengujian dilaboratorium yang bersifat destruktif. Oleh karena itu, perlu dikaji lebih jauh suatu metode penentuan kualitas dan sifat-sifat bahan secara tidak merusak sehingga bahan masih layak dikonsumsi walaupun sudah dilakukan pengujian. Pengukuran karakteristik biolistrik untuk penentuan kualitas produk perikanan adalah salah satu dari metode yang berpeluang dikembangkan lebih jauh dan berdaya guna tinggi. Salah satunya adalah Pengukuran kemunduran mutu hasil perikanan pada filet ikan nila berdasarkan pengukuran sifat biolistriknya 1 ) dan juga pada ikan lele salah satu komoditas perikanan di Indonesia. Kebanyakan pengukuran karakteristik biolistrik dilakukan pada dagingnya saja, padahal kulit ikan merupakan bagian penting dari penentuan mutu ikan itu sendiri. Oleh karena itu, dilakukan pengukuran karakteristik sifat biolistrik pada jaringan kulit ikan lele dengan metode dielektrik dengan beberapa perlakuan dan pengujian kualitas kesegaran dari ikan lele berdasarkan perubahan karakteristik biolistriknya. Metode Pada penelitian ini digunakan alat-alat antara lain: LCR meter GW-instek seri 816, LCR konektor L dan H, PCB tembaga, pemotong PCB, pipet, pinset, jangka sorong digital, plastik klip, solder, kawat tembaga, kabel tunggal,penggaris dan gunting. Bahan yang digunakan adalah kulit ikan lele yang telah dipisah dari dagingnya