Vol 2, No 3, November, 2021, pp. 483-505 E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini https://current.ejournal.unri.ac.id Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau PENGGUNAAN ALTMAN Z-SCORE, SPRINGATE, DAN ZMIJEWSKI DALAM MEMPREDIKSI KEBANGKRUTAN BUMN DI INDONESIA Putri Arai 1* , Nasrizal Nasrizal 2 , Pipin Kurnia 3 123 Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau, Pekanbaru *E-mail: putriarai172@gmail.com Keywords Abstract Altman Z-Score, Springate, Zmijewski, Financial Distress, Bankrupcty. This study aims to determine and analyze (1) the diffrences among Altman Z-Score, Springate, and Zmijewski models to predict bankruptcy, (2) the most accurate model to predict bankruptcy in State-owned Companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The research method uses is a quantitative research method with secondary data in the form of financial reports during 2014-2018 accessed on www.idx.co.id and companie’s website. The population in this study are state-owned companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2014-2018 period. With the sample are 19 companies selected using purposive sampling method. The data analysis method using the Altman Z-Score, Springate, and Zmijewski formulas, with Microsoft Excel 2010 as a calculation tool. The results of this study is indicate that there are differences between the Altman Z-Score, Springate, and Zmijewski models in predict bankruptcy in state-owned companies listed on the IDX because each model uses different financial ratios. The most accurately model to predicts the bankruptcy of state-owned companies is the Zmijewski model. Article informations Received: 2021-02-10 Accepted: 2021-11-11 Available Online: 2021-12-07 PENDAHULUAN Dengan pesatnya kemajuan teknologi dan meningkatnya kebutuhan pasar sesuai dengan perkembangan zaman, persaingan menjadi semakin ketat bukan hanya dengan perusahaan lokal tetapi juga perusahaan berskala internasional. Timbulnya ketidakmampuan suatu perusahaan dalam bersaing akan menyebabkan perusahaan tersebut mengalami kerugian, hal ini dapat membuat suatu perusahaan mengalami kesulitan keuangan (financial distress) yang berujung pada kebangkrutan. Kondisi tersebut perlu diwaspadai oleh seluruh perusahaan khususnya pada perusahaan yang dimiliki pemerintah yang biasa disebut dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Badan usaha yang sebagian besar penyertaan modalnya berasal dari negara ini memiliki peran yang penting dalam kemajuan perekonomian nasional terutama mewujudkan kesejahteraan rakyat. Namun kenyataannya, banyak sekali perusahaan BUMN yang mengalami masalah keuangan dan bahkan sampai mengalami kebangkrutan.