Jurnal Kimia Mulawarman Volume 14 Nomor 2 Mei 2017 P-ISSN 1693-5616 Kimia FMIPA Unmul E-ISSN 2476-9258 Kimia FMIPA Unmul 91 PENENTUAN KADAR ASAM AMINO ESENSIAL (METIONIN, LEUSIN, ISOLEUSIN DAN LISIN) PADA TELUR PENYU DAN TELUR BEBEK DETERMINATION OF AMINO ACIDS ESSENTIAL’S CONTENT(METHIONINE, LEUCINE, ISOLEUCINE AND LYSINE) ON TURTLE EGGS AND DUCK EGGS Agita Rachmala Ginting * , Saibun Sitorus dan Winni Astuti Program Studi Kimia FMIPA Universitas Mulawarman Jl. Barong Tongkok No. 4 Gn. Kelua Samarinda. Telp. 0541-749152 *Corresponding Author: gitaginting03@gmail.com Submit : 10 Maret 2017 Accepted : 03 Mei 2017 ABSTRACT Determination of amino acids essential’s content (methionine, leucine, isoleucine and lysine) on turtle eggs and duck eggs. Turtle eggs and duck eggs are a high animal protein source and easy to obtain. This research has been carried out by categorizing of turtle eggs and duck eggs by size and continued analysis of water content by Methods of Gravimetry, analyzes protein content total by the method of Kjeldahl and analysis of the levels of essential amino acids with method of HPLC (High Performance Liquid Chromatography). In this study, the researcher found the water content in the mix (large, medium and small) 75.2889% and turtle eggs on the mix 67.9020% duck egg. Total protein content in the mixturtle eggs 8.9268% and the mixduck eggs 14.2455%. Levels of essential amino acids in the mixture turtle eggs undetectable methionine, 3.25% leucine, isoleucine and lysine 1.53% 2.50%. In the mix duck eggs undetectable methionine, 1.30% leucine, isoleucine and lysine 0.58% to 0.38%. Keywords: Turtle eggs, Duck eggs, Essential Amino Acids PENDAHULUAN Salah satu sumber daya alam laut yang potensial di Indonesia adalah Penyu hijau (Chelonia mydas). Habitat perairan Indonesia yang memiliki panjang pantai 81.000 km dan terdiri dari 17.508 pulau, menjadi habitat bagi 6 dari 7 spesies di dunia termasuk penyu hijau [1]. Lebih lanjut, persebaran penyu di Indonesia salah satunya berada di Kalimantan Timur [2]. Penyu hijau paling banyak ditemukan di Kepulauan Derawan. Kepulauan Derawan memiliki 31 pulau kecil, namun hanya beberapa di antaranya yang menjadi lokasi pendaratan penyu hijau pulau tersebut antara lain Pulau Sangalaki, Pulau Bilang-bilangan, Pulau Mataha, Pulau Blambangan, Pulau Sambit, Pulau Maratua, Pulau Kakaban dan Pulau Derawan [3]. Pulau yang menjadi tempat bertelur penyu sering kali disebut pulau telur oleh masyarakat Maratua. Menurut BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) [4] Pulau Sangalaki merupakan habitat peneluran penyu hijau yang terpenting di Asia Tenggara, bahkan mungkin di dunia. Terdapat sekitar 4.000 sampai 5.000 ekor penyu di sekitar perairan pulau ini. Setiap malam, 10–30 ekor penyu bertelur di Pulau Sangalaki. Untuk mempertahankan populasi penyu hijau di Kalimantan Timur, BKSDA [5]. Kalimantan Timur melakukan beberapa upaya dengan melindungi pantai peneluran penyu juga relokasi sarang dan membangun tempat penetasan semi alami. Telur merupakan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi, yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Disamping mengandung kadar protein yang tinggi, telur juga merupakan sumber zat besi, beberapa mineral lain dan vitamin, sehingga telur merupakan bahan pangan hewani yang dapat dikonsumsi oleh manusia pada segala umur. Bagian terbesar dari isi telur adalah air, terdapat sekitar 75% dari berat isi telur. Selanjutnya diikuti bahan organik yang terdiri atas protein dan lipida masing-masing terdapat sekitar 12% dan karbohidrat dalam jumlah kecil, yaitu 1%. Bahan anorganik terdapat sekitar 1% dari berat isi telur. Air dalam isi telur berperanan dalam melarutkan substansi isi telur yaitu garam, protein, karbohidrat, juga lemak (dalam bentuk emulsi). Persentase komposisi isi telur bervariasi di antara spesies bangsa burung. Kandungan gizi