Communnity Development Journal Vol.2, No.3 November 2021, Hal.940-944 P-ISSN 2721-4990| E-ISSN 2721-5008 940 PENYULUHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA MASYARAKAT Elpira Asmin 1 , Ritha Tahitu 2 , Bertha Jean Que 3 , Eka Astuty 4 1,2,3,4) Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura e-mail: elpiraasmin@gmail.com Abstrak WHO menyebutkan penyakit tidak menular merupakan penyakit penyebab kematian terbanyak di dunia. Kematian akibat penyakit tidak menular sekitar 36 juta penduduk tiap tahunnya. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah agar masyarakat dapat berperilaku hidup sehat dan terhindar dari berbagai jenis penyakit tidak menular. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Kelurahan Silale Kota Ambon dengan cara memberikan pendidikan kepada masyarakat berupa penyuluhan. Pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan faktor risiko penyakit tidak menular dapat diketahui dengan baik setelah dilakukan penyuluhan. Tujuan penyuluhan ini adalah agar masyarakat dapat memahami dan sadar untuk berperilaku hidup sehat sehingga dapat terhindar dari penyakit tidak menular. Kata kunci: Penyakit Tidak Menular;Penyuluhan:;Faktor Risiko Abstract WHO states that non-communicable diseases are the most common causes of death in the world. Death from non-communicable diseases is around 36 million people every year. The purpose of this community service activity is so that the community can live a healthy life and avoid various types of non-communicable diseases. Community service activities are carried out in Silale Village, Ambon City by providing education to the community in the form of counseling. Public knowledge about the prevention of risk factors for non-communicable diseases can be known well after counseling. The purpose of this counseling is so that the public can understand and be aware of healthy living behavior so that they can avoid non-communicable diseases. Keywords: Non-Communicable Disease; Education; Risk factors PENDAHULUAN Penyakit tidak menular atau biasa juga disebut sebagai penyakit degeneratif. Penyakit tidak menular menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat pada abad ke-21 karena tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi secara global. WHO menyebutkan penyakit tidak menular merupakan penyakit penyebab kematian terbanyak di dunia. Kematian akibat penyakit tidak menular sekitar 36 juta penduduk tiap tahunnya (Sudayasa et al., 2020). Berbagai jenis penyakit tidak menular yang diderita paling banyak oleh masyarakat antara lain penyakit jantung, stroke, hipertensi, diabetes mellitus, kanker dan penyakit ginjal kronik. Data Riskesdas 2018 menunjukkan morbiditas penyakit tidak menular mengalami peningkatan atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Prevalensi kanker naik dari 1,4 persen menjadi 1,8 persen di 2018 dengan Provinsi DI Yogyakarta yang memiliki angka tertinggi se-Indonesia. Stroke juga naik menjadi 10,9 persen, padahal tahun sebelumnya masih di angka 7 persen. Penyakit ginjal kronik meningkat dari 2 persen menjadi 3,8 persen, begitu pula dengan penyakit diabetes mellitus yang sebelumnya hanya 6,9 persen meningkat menjadi 8,5 persen pada tahun 2018. Hipertensi mengalami peningkatan yang paling tinggi diantara penyakit tidak menular lainnya yaitu sebelumnya 25,8 persen menjadi 34,1 persen (Kemenkes RI, 2018). Peningkatan prevalensi penyakit tidak menular dari tahun ke tahun diikuti oleh peningkatan jumlah kematian akibat penyakit tersebut. Penyakit tidak menular yang diderita oleh masyarakat menjadi silent killer dan mengancam nyawa tanpa terduga oleh si penderita. Penyakit tidak menular juga yang diderita dalam jangka waktu yang lama akan mengganggu produktivitas dan kualitas hidup seseorang, bahkan dapat menyebabkan masalah ekonomi pada keluarga. Penyakit tidak menular semakin banyak diderita oleh masyarakat bukan hanya pada kalangan lanjut usia