Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry Article http://ijfac.unsri.ac.id DOI: 10.24845/ijfac.v2.i4.58 58 Air Quality Analysis of SO 2 , NO 2 and CO in Palembang City Shelly Noftri 1) , M. Faizal 1) and Risfidian Mohadi 1) 1 Department of Environment Management, Graduate School of Sriwijaya University * Corresponding Author: shelly.noflisa@yahoo.com Abstract Population activity which tends to centralized in certain area cause decrease in air quality due to exhaust gas from transportation vehicle. From 20112014, Palembang city transport growth 3-5% per year comprise of passenger transportation, buses, truck, motorcycle and special vehicle. The increase of vehicle in Palembang gave the city air pollution potential. Transportation is the main source of air pollution in big city with 70% contribution. Exhaust gas from transport activity consists of 60% CO and 15% incomplete combustion of hydrocarbons such as NOx and SOx. The aim of the research is to analyze air quality in Palembang city. Samples were taken and subject to analysis for SO 2 , NO 2 and CO. Sample location were determined by using purposive sampling. Location was chosen by means of traffic density at least for one hour and took place at Charitas crossroads, Patal intersection, Mesjid Agung circle, Lemabang crossroad and Plaju intersection. The Result of analysis showed SO 2 level is at range 112208 g/Nm 3 /hour. NO 2 level between 45227 g/Nm 3 /hour and CO at range 12.59518.320 g/Nm 3 /hour. All parameter of air quality obtained are below threshold value defined by government regulation (GR) on air quality No 41 year 1999. Keywords: Air quality, SO 2 , NO 2 , CO Abstrak (Indonesian) Suatu daerah apabila terjadi pemusatan aktivitas penduduk akan menyebabkan terjadi pencemaran kualitas udara yang disebabkan transportasi. Dari data tahun 2011-2014 transportasi kota palembang mengalami kenaikan sekitar 3-5% tiap tahunnya terdiri dari mobil penumpang, bus, truk, sepeda motor dan kendaraan khusus (Laporan Data Kendaraan Bermotor Kota Palembang, 2013). Transportasi di kota-kota besar merupakan sumber pencemaran udara yang terbesar, dimana 70% pencemaran udara perkotaan disebabkan oleh aktivitas kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor mengandung zat pencemaran, 60% dari pencemar yang dihasilkan terdiri dari CO dan sekitar 15% terdiri dari hidrokarbon yang tidak terbakar sempurna, NOX dan SOX. Tujuan penelitian untuk menganalisa kondisi kualitas udara di Kota Palembang. Pengambilan sampel udara dilakukan pengukuran parameter SO 2 , NO 2 dan CO. Metode lokasi penelitian dilakukan dengan purposive sampling. Pemilihan lokasi pengambilan sampel yang berpotensi tercemar yaitu padat lalu lintas dan dilakukan selama satu jam di setiap lokasi pengambilan sampel meliputi Simpang Empat Charitas, Simpang Patal, Bundaran Mesjid Agung, Simpang Empat Lemabang dan Simpang Empat Plaju. Hasil pengukuran kualitas udara kadar SO2 menunjukkan kisaran nilai 112-208 μg/Nm³/Jam. Hasil pengukuran kadar NO2 menunjukkan nilai 45-227 μg/Nm³/Jam. Hasil pengukuran kualitas udara ambient karbon monoksida (CO) menunjukkan kisaran nilai 12.595-18.320 μg/Nm³/Jam. Hasil pengukuran SO 2 , NO 2 , dan CO menunjukkan jika di lima lokasi sampel berada dibawah nilai ambang batas yang ditetapkan berdasarkan peraturan pemerintah RI No. 41 Tahun 1999. Kata Kunci: Kualitas udara, SO 2 , NO 2 , CO INTRODUCTION Air is very important for human and other creatures hence its quality must be maintained. According to government regulation no 41 year 1999, air is considered polluted if foreign substances are inserted into its body due to human activity which reduced its quality to a brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry (IJFA)