Jurnal Terapan Sains & Teknologi E-ISSN: 2721-6209 Fakultas Sains dan Teknologi – Universitas Kanjuruhan Malang Vol. 3, No. 2, 2021 107 PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL GUIDE INQUIRY PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG Ester Boba Bangi 1 , Kurriawan Budi Pratama 2 , Nurul Ain 3 Pendidikan Fisika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang 1,2,3 Email : ester050117@gmail.com Abstrak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan yaitu(1)mengetahui kualitas keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model guide inquiry,(2)dapat mengetahui peningkatan hasil belajar. Adapun penelitian ini menggunakanan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindak kelas,rancangan penelitian ini ada 2 tindakan dan terbagi menjadi 4 tahapan, yaitu: perencanaan,tindakan,pengamatan,dan refleksi.Sasaran dalam tindakan ini adalah peserta didik kelas VIII A SMP Negeri 2 Wanukaka terdiri dari 32 orang. Adapun hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pada keterlaksanaan kegiatan belajar mengajar pada tindakan 68,12% pada tindakan II 85%. Sedangkan rata-rata hasil belajar dari ketiga ranah yaitu afektif tindakan I 68,67% dan tindakan II 76,25%, kognitif pada tindakan I 73,59% pada tindakan II 82,03%,ranah psikomotorik pada tindakan I 71,04%, pada tindakan II 77,53%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan melalui penerapan model inkuiri terbimbing hasil belajar siswa dapat meningkat. Kata kunci: Inkuiri terbimbing; hasil belajar PENDAHULUAN Sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan pada guru mata pelajaran IPA SMP Negeri 2 Wanukaka pada kelas VII,diketahui bahwa sudah menerapkan sistem pembelajaran berbasis kurikulum 2013 dimana model yang digunakan adalah inkuiri terbimbing. Namun dalam penerapannnya guru menggunakan sistem pembelajaran yang konvensional sehingga hasil belajar siswa tergolong rendah. Berdasarkan observasi yang telah dilaksanakan peneliti dikelas VIII SMP Negeri 2 Wanukaka kemampuan siswa masih dibawah standar atau belum optimal, dengan nilai rata-rata kelas 62,11.Beradasarkan hasil observasi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wanukaka masih sangat rendah. Pendidikan adalah hal yang paling mendasar dalam membentuk kepribadian seseorang. Dimana dengan bependidikan, setiap individu akan mendapatkan masa depan yang cerah,baik untuk diri sendiri, social,nusa dan bangsa. Keterbatasan pendidikan akan berdampak pada kualitas kepribadian sesorang. Pembelajaran fisika merupakan ilmu yang menjelaskan tentang hokum alam semesta. Dengan mempelajari fisika siswa dapat kreatif,aktif,inovatif. Pembelajaran fisika dapat terlaksana dengan baik apabila peserta didik dapat berpikir, bersikap serta belajar fisika dengan baik (Ringan, Arsyad, & Nurlina, 2014). Hasil belajar siswa terhadap fisika cenderung rendah disebabkan karena kurangnya partisipasi siswa tehadap pelajaran fisika dan pendidik mengajarkan IPA dengan metode yang kurang bervariasi sehingga peserta didik jenuh dan tidak ada niat dalam mengikuti pembelajaran fisika. Berdasarkan data awal yang diperoleh melalui wawwancara dengan seorang guru IPA SMP Negeri 2 Wanukaka, menunjukkan bahwa hampir semua siswa pasif karena dalam kegiatan proses belajar guru masih menerapkan pembelajaran yang konvensional seperti ceramah,penugasan,dan tanya jawab, dalam artian pembelajaran masih dikuasai oleh guru.