Spiritual Healing : Jurnal Tasawuf dan Psikoterapi Vol.2 No:2 june 2022 :103-112 103 Pengaruh Intensitas Shalat Berjamaah Terhadap Kecerdasan Emosional Santri di Pondok Pesantren Ahlul Quro Rantau Harapan Kabupaten Banyuasin/ Neni Trinovita, Muhammad Noupal, Umi Nur Kholifah Pengaruh Intensitas Shalat Berjamaah Terhadap Kecerdasan Emosional Santri di Pondok Pesantren Ahlul Quro Rantau Harapan Kabupaten Banyuasin Neni Trinovita, Muhammad Noupal, Umi Nur Kholifah UIN Raden Fatah Palembang e-mail: nenitrinovita@gmail.com ABSTRACT This study aims to determine the effect of the intensity of congregational prayer on the emotional intelligence of students at the Ahlul Quro Islamic Boarding School Rantau Harapan, Banyuasin Regency. Speculation in the research is that there is a strong bond between congregational prayer habits and emotional intelligence for students at the Ahlul Quro Islamic Boarding School Rantau Harapan, Banyuasin Regency. This type of research utilizes a quantitative approach using a scale measuring the intensity of congregational prayers and a scale of emotional intelligence. The illustration used in the study is that there are 75 students who are active in the Ahlul Quro Islamic Boarding School Rantau Harapan, Banyuasin Regency and use a simple random sampling method. Data analysis method used to test the hypothesis by using the test of determination (R2), simultaneous regression coefficient test (F test), and partial regression coefficient test (T test). All calculations were carried out using the SPSS version 24.0 computer program for Windows. The conclusion drawn from the results of this study is that there is an influence between the intensity of congregational prayer on emotional intelligence in students at the Ahlul Quro Islamic Boarding School Rantau Harapan, Banyuasin Regency, which shows the results of r = 0.930 and the significance of p = 0.000 (p < 0.05) it can be said that the hypothesis It is proven that there is a positive influence between the intensity of congregational prayer on emotional intelligence in students at the Ahlul Quro Islamic Boarding School Rantau Harapan, Banyuasin Regency. Keywords: Intensity of Congregational Prayer, Emotional Intelligence, Students ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara intensitas shalat berjamaah terhadap kecerdasan emosional santri di Pondok Pesantren Ahlul Quro Rantau Harapan Kabupaten Banyuasin. Spekulasi pada riset yakni terdapat ikatan yang kuat antara kebiasaan shalat berjamaah dengan kecerdasan emosional terhadap santri di Pondok Pesantren Ahlul Quro Rantau Harapan Kabupaten Banyuasin. Tipe penelitian memanfaatkan pendekatan kuantitatif menggunakan alat ukur skala intensitas shalat berjamaah dan skala kecerdasan emosional. Ilustrasi yang dipakai dalam penelitian yakni santri yang aktif di Pondok Pesantren Ahlul Quro Rantau Harapan Kabupaten Banyuasin berjumlah 75 santri dan menggunakan metode simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dengan menggunakan uji determinasi (R 2 ), uji koefisien regresi simultan (uji F), dan uji koefisien regresi parsial (uji T). semua penghitungan dilakukan dengan menggunakan bantuan program computer SPSS versi 24.0 for windows. Kesimpulan yang diambil dari hasil penelitian ini ada pengaruh antara intensitas shalat berjamaah terhadap kecerdasan emosional pada santri di Pondok Pesantren Ahlul Quro Rantau Harapan Kabupaten Banyuasin, yang menunjukkan hasil r = 0,930 dan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) dapat dikatakan bahwa hipotesis yang diajukan terbukti ada pengaruh yang positif antara intensitas shalat berjamaah terhadap kecerdasan emosional pada santri di Pondok Pesantren Ahlul Quro Rantau Harapan Kabupaten Banyuasin. Kata Kunci: Intensitas Shalat Berjamaah, Kecerdasan Emosional, Santri I. PENDAHULUAN Selama ini banyak yang menggangap kecerdasan seorang individu selalu dikaitkan dengan kecerdasan intelektuan (Intelligence Quotient). Namun pemikiran seperti ini mulai dihilangkan, karena kecerdasan tidak hanya tentang intelektual saja. Pada era moderenisasi seperti sekarang ini, tidak akan cukup jika