JURNAL PELITA PENDIDIKAN VOL. 6 NO. 1 pISSN : 2338 - 3003 Syaputri, CN., Djulia, E. eISSN : 2502 - 3217 Halaman : 054 059 54 PENGARUH MODEL CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) DENGAN MENGGUNAKAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI JARINGAN TUMBUHAN DI KELAS XI IPA SMA MUHAMMADIYAH 1 MEDAN Chantria Novita Syaputri * , Ely Djulia Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan IPA, Universitas Negeri Medan Jl. William Iskandar Pasar V Medan Estate, Medan, Indonesia * Email : chantria.novita@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CIRC dengan Peta Konsep terhadap hasil belajar siswa pada materi Jaringan Tumbuhan di kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Medan T.P.2017/2018. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment)dengan populasi penelitian seluruh kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Medan terdiri dari 2 kelas. Sampel penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik Total Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dalam bentuk objektif tes, yaitu sebanyak 25 soal yang masing-masing telah dinyatakan valid dan reliabel. Berdasarkan uji persyaratan data diketahui bahwa data hasil penelitian berdistribusi normal dan kedua kelas memiliki kesamaan varians (homogen). Dari analisis data diketahui bahwa nilai rata-rata postes siswa yang diajar dengan CIRC adalah 84,12 dan nilai rata-rata postes siswa yang diajar dengan CIRC menggunakan peta konsep adalah 90,06. Ada perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa, ini dibuktikan melalui uji-t pada taraf signifikan = 0,05 dan dk 62 diperoleh t hitung > t tabel (3,079 > 1,999) maka penelitian ini menolak Ho dan menerima Ha. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran CIRC dengan menggunakan Peta Konsep pada materi Jaringan Tumbuhan Di Kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Medan T.P. 2017/2018. Kata Kunci: CIRC, CIRC dengan menggunakan Peta Konsep, Hasil Belajar. ABSTRACT This study aims to determine the effect of CIRC learning model with concept map on student learning outcomes on plant tissue material in class XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Medan T.P.2017 / 2018. This research type is quasi experiment with research population of all class XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Medan consists of 2 classes. The sample of this research is selected by using technique of Total Sampling. The instrument used in this study is the test in the form of objective tests, which are as many as 25 questions that each have been declared valid and reliable. Based on the data requirement test, it is known that the research data is normally distributed and the two classes have the same variance (homogeneous). From the data analysis it is known that the mean score of postes of students who were taught with CIRC was 84.12 and the mean score of postes of students who were taught with CIRC using concept map was 90.06. There is a significant difference on student learning outcomes, it is proved by t-test at significant level α = 0,05 and dk 62 obtained t count > t table (3,079> 1,999) hence this research reject Ho and accept Ha. Thus, it can be concluded that there is influence of student learning outcomes taught by CIRC learning model using Concept Map on Plant Network material In Class XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Medan T.P. 2017/2018. Keywords: CIRC, CIRCusing concept map, the results of the study. PENDAHULUAN Jaringan tumbuhan adalah kumpulan sel-sel tumbuhan yang memiliki struktur dan fungsi sama. Dalam materi jaringan tumbuhan terdapat kompetensi dasar yang harus dicapai dalam pembelajaran yaitu mengidentifikasi struktur jaringan tumbuhan dan mengaitkan dengan fungsinya, dan menjelaskan sifat totipotensi sebagai dasar kultur jaringan. Sehingga, untuk mencapai suatu kompetensi dasar tersebut diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi di kelas XI IPA di SMA Muhammadiyah 1 Medan, bahwa sejauh ini pembelajaran biologi yang dilakukan di dalam kelas masih bersifat konvensional yaitu masih menggunakan model ceramah yang kadang disertai tanya jawab. Hal ini berarti pembelajaran biologi masih berpusat pada guru (teacher centered), sehingga siswa kurang