ISSN: 2339-2207 Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) 2019 1 Pelatihan Posyandu Kesehatan Jiwa Berbasis IT Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Ketrampilan Kader di Desa Bongkot Athi’ Linda Yani 1 , Mohamad Ali Murtadho 2 Ilmu Keperawatan Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang Tromol Pos 10 Peterongan Jombang 61481 Telp. 085649336469 athilindayani@fik.unipdu.ac.id Abstract. Posyandu jiwa merupakan pusat pelayanan terpadu pada pasien yang mengalami gangguan jiwa, Keberlangsungan posyandu tidak lepas dari peran kader oleh karena itu pentingnya pengetahuan dan ketrampilan kader agar meningkatkan kualitas pelayanan posyandu. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan pasien yang mengalami kekambuhan dapat memberikan semangat para kader untuk rutin menjalankan kegiatan posyandu, selain itu mereka juga mengajarkan ketrampilan pada pasien ODGJ agar meningkatkan produktifitasnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan ketrampilan kader dalam memberikan layanan posyandu kesehatan jiwa berbasis IT di Desa Bongkot. Penelitian ini menggunakan pre-post test desaign, pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling, sampel diambil dari kader yang memenuhi kriteria inklusi, alat ukur dengan menggunakan instrumen tingkat pengetahuan kader dan ceklist untuk mengukur tingkat ketrampilan kader. Uji yang digunakan dengan menggunakan statistik wilcoxon. Hasil dari penelitian terdapat perubahan tingkat pengetahuan kader nilai significan yang di dapat 0.001 kurang dari p < 0.05. Sedangkan pada ketrampilan kader setelah mendapat pelatihan didapatkan nilai signifikansi 0.003 terdapat peningkatan ketrampilan yang bermakna sebelum dan sesudah pelatihan. Pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan kader terkait manfaat penggunaan apilakasi posyandu yang berbasis IT. Selain itu kader dilatih untuk langsung praktek mengoperasikan sistem aplikasi posyandu tersebut sehingga proses pencatatan, pelaporan dan pemantauan perkembangan pasien menjadi semakin mudah dan efektif. Keywords: IT, Ketrampilan, Pengetahuan, Posyandu 1 Pendahuluan Kesehatan jiwa merupakan suatu keadaan dimna individu mampu menyadari kemampuan diri yang dimiliki secara utuh, dapat menyelesaikan masalah dan menghadapi setiap stresor yang datang, mampu berperan dan berkontribusi di lingkungannya serta bekerja produktif dan memenuhi segala kebutuhan hidupnya 1,2 . Sebagian besar remaja yang mengalami hambatan diperkembangannya akan berpengaruh terhadap masalah kesehatan jiwanya 3 . Prevalensi kesehatan jiwa di Indonesia sebanyak 18,5 %, yang berarti dari 1.000 penduduk terdapat sedikitnya 185 penduduk dengan gangguan kesehatan jiwa yang artinya disetiap rumah anggota keluarga ada yang mengalami gangguan kesehatan jiwa 2 . Gangguan jiwa akan berdampak pada kualitas hidup dan produktifitas individu dan masayarakat umumnya. Hal ini tentu saja menjadi beban berat bagi penderita maupun keluarga baik secara materi maupun mental untuk biaya perawatan dan pengobatan penderita. Selain itu juga sebagai beban keluarga untuk menghadapi stigma di masyarakat 4 . Upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan jiwa ditunjukkan dengan disahkannya Undang-Undang No. 18 tahun 2014 tentang kesehatan jiwa yang memiliki tujuan salah satunya adalah menjamin setiap orang dapat mencapai kualitas hidup yang baik, menikmati kehidupan kejiwaan yang sehat, bebas dari ketakutan, tekanan, dan gangguan lain yang dapat menyebabkan gangguan jiwa. sehingga perlu upaya penanganan masalah kesehatan jiwa yang komprehensif, holistik dan paripurna untuk penanganan masalah gangguan jiwa 5 . Posyandu jiwa merupakan pusat pelayanan terpadu pada pasien yang mengalami gangguan jiwa, posyandu merupakan tangan panjang dari puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh di komunitas. Kegiatan posyandu terdiri dari lima meja yang meliputi pendaftaran, pengkajian, pengobatan, konseling dan melatih ketrampilan 6 . Posyandu dan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kesehatan pasien yang mengalami gangguan jiwa, desa bongkot angka pasien yang mengalami gangguan jiwa sangat tinggi sehingga di desa tersebut didirikan posyandu jiwa dan kader-kadernya dibentuk dari