Vol 5, No 1 Maret 2020 p-ISSN: 2503-0248 46 Konsep Memilih Pasangan Hidup Menurut 2 Korintus 6:14-15 Dan Aplikasinya Terhadap Pencegahan Perkawinan Beda Agama Candra Gunawan Marisi,* 1 Go Heeng, 2 Masran P Hutagalung 3 Prodi Teologi, STT Real Batam Prodi Teologi, STT Real Batam Prodi Teologi, STT Real Batam candragunawan51@yahoo.com Abstract The concept of choosing a life partner for young people today needs more attention. Incorrect selection will lead them to circumstances and family situations that are certainly not based on the Word of God. The planting of children's faith must begin at an early age so that it can become a guide for them when they grow up and start thinking about family life. The basics and criteria in choosing a marriage partner according to Christian teachings must be planted in children so that wherever they are or whatever environment they are in, they are still able to hold and have a principle of choosing the right life partner according to the Bible. , The family is a fellowship consisting of people who are bound by each other by the most close ties of blood and social relations. How a child grows into adulthood is influenced by the family. Parents must be good models of Christian faith in order to be effective role models for the internalization of Christian belief systems, values and patterns of behavior. Parents must first live in truth in order to be a model of faith for children, in 2 Corinthians 6: 14-15. The Apostle Paul wrote a letter to the Corinthians about a spouse because there were believers there who had a spouse who did not believe in Jesus. The Apostle Paul also said that no similarities could be found through marriage that did not worship the same God. Keywords: Concepts, Life Partner, Prevention, Interfaith Marriage Abstrak Konsep pemilihan pasangan hidup anak-anak muda masa kini perlu lebih diperhatikan. Pemilihan yang tidak tepat akan membawa mereka kepada keadaan dan situasi keluarga yang pastinya tidak berlandaskan Firman Tuhan. Penanaman iman anak-anak haruslah dimulai sejak usia dini agar dapat menjadi pegangan buat mereka apabila dewasa dan mulai memikirkan untuk hidup berkeluarga. Dasar-dasar dan kriteria-kriteria dalam memilih pasangan hidup menurut ajaran agama Kristian haruslah ditanam dalam diri anak-anak agar dimanapun mereka berada kelak atau dilingkungan mana pun mereka, mereka tetap mampu untuk memegang dan mempunyai satu prinsip pemilihan pasangan hidup yang benar menurut Alkitab. , Keluarga merupakan persekutuan yang terdiri dari orang-orang yang saling terikat oleh ikatan darah dan perkubungan sosial yang paling rapat. Bagaimana seorang anak bertumbuh menjadi dewasa dalam iman dipengaruhi oleh keluarga. Orangtua harus menjadi model yang baik dari iman kristian agar menjadi panutan yang efektif bagi internalisasi sistem kepercayaan, nilai dan pola tingkah laku kristian. Orangtua harus terlebih dahulu hidup dalam kebenaran agar dapat menjadi model iman buat anak., dalam 2 Korintus 6 : 14-15. Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Korintus mengenai pasangan hidup kerana ada orang-orang percaya disana yang mempunyai pasangan yang tidak percaya kepada Yesus. Rasul Paulus juga mengatakan bahawa tidak ada persamaan yang dapat ditemukan lewat perkawinan yang tidak menyembah Tuhan yang sama. Kata kunci: Konsep, Pasangan Hidup, Pencegahan, Perkawinan Beda Agama