20_Jurnal Ilmiah Kesehatan, Volume 6 No 1 Januari 2017 Hubungan Status Ekonomi Dengan Kejadian Balita Kurus (Wasting) Di Paud Surya Ceria Pringsewu Dzul Istiqomah Hasyim Prodi Kebidanan STIKes Muhammadiyah Pringsewu. Email : dzulistiqomah6@gmail.com Abstract : Economic Status Relationship With Wasting Children In Surya Ceria Pringsewu. Infants aged under 5 years (under-five) is one of the groups that are prone to nutrition. Prevalence of underweight children under five years in Pringsewu District from 2013-2014 is 4%. This study aims to see the relationship of economic status with the incidence of Underweight Toddlers (wasting) in PAUD Surya Ceria Pringsewu. This research uses analytic design, with cross sectional approach. The sample of this research is CUD students of Surya Ceria Pringsewu under age 5 which is 45 people using total sampling technique. The analysis of this study used univariate and bivariate analysis of chi square. The result of the research is known that the Family Economic Status is good, (3,2,8%) among others there is the incidence of wasting. While respondents whose Economic Status of Family less experienced wasting incident (42,9%). Statistical test results obtained p value = 0.002 so p < = 0.05. Statistically got the value of OR = 22,500 which means that respondents whose income is not good have a risk 22,5 times for the happening of wasting compared to the respondent whose Economic Status of Family good. Keyword : Economic Status, Wasting children Abstrak : Hubungan Status Ekonomi Dengan Kejadian Balita Kurus (Wasting) Di Paud Surya Ceria Pringsewu. Bayi usia di Bawah 5 Tahun (Balita) merupakan salah satu kelompok yang rawan gizi. Prevalensi gizi balita kurus di Kabupaten Pringsewu dari tahun 2013-2014 yaitu sebesar 4%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan status ekonomi dengan kejadian Balita Kurus (wasting) diPAUDSurya Ceria Pringsewu. Penelitian ini menggunakan desain analitik, dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian iniadalah siswa PAUD Surya Ceria Pringsewu yang berusia di bawah 5 tahun yang berjumlah 45 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat chi square. Hasil penelitian diketahui Status Ekonomi Keluarganya baik, (3,2,8%) diantaranya ada kejadian wasting. Sedangkan responden yang Status Ekonomi Keluarganya kurangmengalami kejadian wasting (42,9%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p value=0,002 sehingga p<=0,05.Secara statistik diperoleh nilai OR= 22,500 yang berarti bahwa responden yang penghasilannya kurang baik mempunyai risiko 22,5 kali untuk terjadinya wasting dibandingkan pada responden yang Status Ekonomi Keluarganya baik. Keyword : Balita kurus, Status Ekonomi, Wasting PENDAHULUAN Bayi usia di Bawah 5 Tahun (Balita) merupakan salah satu kelompok yang rawan gizi selain ibu hamil, ibu menyusui dan lanjut usia. Pada masa ini pertumbuhan sangat cepat diantaranya pertumbuhan fisik dan perkembangan psikomotorik, mental dan sosial. (Depkes, 2013).Menurut WHO (2013), jumlah penderita gizi balita kurus (Wasting) di dunia mencapai 104 juta, dan keadaan gizi balita kurus menjadi penyebab sepertiga dari seluruh penyebab kematian balita di seluruh dunia. Asia Selatan merupakan daerah yang memiliki prevalensi gizi balita kurus (Wasting) terbesar didunia, yaitu sebesar 46 %, disusul sub- Sahara Afrika 28 %, Amerika Latin/Caribbean 7 %, dan yang paling rendah terdapat di Eropa Tengah, Timur, dan Commonwealth of Independent States (CEE/CIS) sebesar 5 % (UNICEF,2013). Keadaan gizi balita kurus (Wasting) pada balita juga dapat dijumpai di Negara berkembang, termasuk di Indonesia.Masalah gizi balita kurus (Wasting) ini menjadi tantangan semua pihak dan petugas pelayanan kesehatan. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 didapatkan balita dengan gizi kurus (Wasting) sebesar 7,3%, dan hasil Riskesdas 2013 yang pada balita 0-5 tahunan oleh Kementerian Kesehatan RI, prevalensi balita 0-5 tahun yang mengalami masalah gizi di Indonesia