185 RESIPROSITAS, PASAR, DAN PATRONASE: SKETSA POLA INTERAKSI PELAKU USAHA DI KEPULAUAN NUSA UTARA (1970-2010) RECIPROCITY, MARKET AND PATRONAGE: SKETCH OF BUSINESSMAN INTERACTION FORM IN INDONESIA NORTHERN ISLANDS (1970-2010) Hendri Gunawan Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Utara Jalan Katamso, Bumi Beringin Lingkungan V, Manado Telepon (0431) 855311 / Faksimile. (0431) 864926 Pos-el: hendrygunawan2010@yahoo.com Handphone: 085341827720 Diterima: 5 Januari 2016; Direvisi: 29 Maret 2016; Disetujui: 30 Mei 2016 ABSTRACT This paper is conducted to describe a process of cross-cultural that form not only a social network but alsa form the experience of togetherness among citizens of different ethnic cultures. Locus of this research is focused on the District of Sitaro or Siau-Tagulandang Biaro. Qualitative data are collected in the form of documents at the District governmental offce in Ondong, also made observations on the traditional market of Ondong to see patterns of reciprocity and at the same time to see the market system. Interview is centered to the origin informant at the town of Ulu and at the traditional market of Ondong. As a comparison, in- depth interview is conducted with two businessmen in Tagulandang, businessmen representing the shift of the pattern of reciprocity to patronage. The result shows that in each “child trade” which exists, the vast majority has worked as a maid in the house, then in the shop of “Induk Semang” (employer) in their youth. Thus, it is known that they have never received any formal education in the feld of business. Keywords: reciprocity, cross-cultural, market participants, patronage. ABSTRAK Tulisan ini bertujuan menggambarkan sebuah proses silang budaya yang membentuk, tidak hanya sebuah jejaring sosial tetapi membentuk pengalaman kebersamaan di antara warga etnis pendukung kebudayaan yang berbeda. Lokasi penelitian ini difokuskan pada daerah Kabupaten Sitaro atau Siau-Tagulandang- Biaro. Data kualitatif yang dikumpulkan berupa dokumen di kantor pemerintah Kabupaten di Ondong, juga dilakukan pengamatan di pasar Ondong untuk melihat pola resiprositas dan sekaligus sistem pasar. Wawancara dipusatkan pada informan pangkal di Kota Ulu dan di pasar Ondong. Sebagai bahan perbandingan, dilakukan wawancara secara mendalam dengan dua pengusaha di Tagulandang, pengusaha yang mewakili kelompok peralihan dari pola resiprositas ke patronase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap “anak dagang” yang ada, sebagian besar pernah bekerja sebagai pembantu di rumah, kemudian di toko “Induk Semang”-nya pada masa muda mereka. Sehingga, dapat diketahui bahwa mereka pernah memperoleh pendidikan informal dalam bidang bisnis. Kata kunci: resiprositas, silang budaya, pelaku pasar, patronase PENDAHULUAN Interaksi hingga kini masih merupakan topik yang menarik perhatian para ilmuwan sosial dan humaniora. Ada yang mengkaji pola interaksi dalam unit-unit sosial seperti anggota keluarga yang menjadi perhatian psikologi, pola interaksi antarsesama manusia dalam satuan- satuan komunitas yang banyak dibahas dalam sosiologi, antarsatuan komunitas etnis menjadi perhatian antropologi; dan bahkan pola interaksi antarmanusia dengan alam sekitar yang ditekuni penggiat ekologi manusia. Sejarah pun tidak ketinggalan mengkaji pola interaksi dalam sebuah peristiwa dan berbagai aspeknya.