PROSIDING Pemaparan Hasil Penelitian Puslit Geoteknologi LIPI 2010 185 STUDI PENDAHULUAN EVOLUSI CEKUNGAN LAUT DALAM BUSUR BELAKANG DI BAGIAN BARAT PULAU JAWA Haryadi Permana 1 , Purna Sulastiya Putra 1 , Ahmad Fauzi Ismayanto 1 , Iwan Setiawan 1 dan Marfasran Hendrizan 1 1 Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Jl Sangkuriang, Bandung-40135 Email: permhp@yahoo.com Sari Cekungan di antara busur yang berada di dalam lingkungan zona cekungan laut dalam busur belakang atau zona kompresi Majalengka Banyumas terbentuk akibat peregangan pasangan patahan geser Gabon dan Pamanukan-Karangbolong yang berarah baratlaut-tenggara pada Miosen Awal. Salah satu sub-cekungan tersebut adalah Sub cekungan Majenang tempat diendapkan sedimen volkanoklastik berupa endapan arus gravitasi epiklastik dalam suatu kipas bawah laut berumur Miosen Akhir Pliosen. Endapan tersebut berasal dari batuan yang berasosiasi dengan volkanik busur belakang bersifat kalk alkalin yang tumbuh di dalam zona patahan tersebut atau memisahkan sub-sub cekungan dan sumber lain berasal dari Pegunungan Selatan. Pasangan patahan geser Gabon dan Pamanukan-Karangbolong menjadi tidak aktif setelah berkembangnya patahan regional Bogor Bandung Majalengka berarah barat-timur akibat penunjaman normal Lempeng Australia. Studi rinci pola struktur geologi, anomali gayaberat dan kinematika struktur geologi yang berkembang di Zona Majalengka Banyumas, proses sedimentasi dan stratigrafi endapan arus gravitasi kipas bawah laut, serta hasil analisis petrologi dan kimia batuan piroklastik dan epiklastik di dalam zona ini memberikan bukti kuat terbentuknya suatu sub-sub cekungan di antara busur di wilayah cekungan laut dalam busur belakang pada saat Miosen Akhir di bagian barat Pulau Jawa. Kata kunci: cekungan di antara busur, cekungan laut dalam, peregangan, endapan arus gravitasi, kipas bawah laut, busur volkanik, kalk alkalin Abstract An intra-arc basin within back arc deep sea basin zone or Majalengka - Banyumas compressional zone has developed relate to trans-tensional of pair of NW-SE strike slip fault of Gabon and Pamanukan-Karangbolong fault zone in Early Miocene. One of sub basin is Majenang sub basin where epiclastic gravitational sediments of submarine fan are deposited in Late Miocene-Pliocene. The source of sediment deposit was associated with calk alkalin back arc volcanic edifice that separated the sub basins. Other volcanoclastic source is Southern Mountain. The Gabon and Pamanukan-Karangbolong become in active after EW regional fault of Bogor Bandung Majalengka development during normal subduction of Australia Plate. Detailed study of geological structure pattern, gravity anomaly and kinematic of structures developed in Majalengka - Banyumas zone, sedimentation process and gravitational sediment submarine fan stratigraphy and combining with petrology and geochemistry characteristic of pyroclstic and epiclastic rocks strongly evidenced the development of intra arc basin within the Late Miocene deep water back arc in western Java.