Metamorfosa:Journal of Biological Sciences 9(1): 197-205 (Maret 2022) DOI: 10.24843/metamorfosa.2021.v09.i01.p20 https://ojs.unud.ac.id/index.php/metamorfosa/article/view/66753 J U R N A L M E T A M O R F O S A Journal of Biological Sciences eISSN: 2655-8122 http://ojs.unud.ac.id/index.php/metamorfosa 197 Perbanyakan Klonal Galur Jeruk Siam Kintamani (Citrus nobilis Lour.) Hasil Iradiasi Sinar Gamma Micropropagation of Tangerine var Kintamani (Citrus nobilis Lour.) Derived from Gamma Ray Irradiation Puji Wahyu Lestari 1 , Made Ria Defiani 2 , Mia Kosmiatin 3* 1,2,3) Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana 3) Laboratorium Kultur Jaringan, Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian *Email: mkosmiatin@yahoo.co.id INTISARI Jeruk siam Kintamani disukai oleh konsumen karena memiliki rasa manis, harum, dan daging buahnya lunak, tetapi memiliki biji relatif banyak dan warna kulit kurang menarik. Pemuliaan jeruk terkendala oleh sistem reproduksi yang unik dengan siklus hidup yang panjang, sehingga pemuliaan melalui persilangan seksual memerlukan biaya dan waktu yang panjang. Alternatif untuk meningkatkan kualitas buah jeruk adalah melalui induksi mutasi secara in vitro menggunakan sinar gamma pada embrio nuselar. Induksi mutasi pada embrio muda jeruk Kintamani sudah dilakukan pada tahun 2018. Tunas putatif mutan jeruk siam Kintamani diperbanyak secara in vitro sehingga diperoleh duplikat dari masing-masing individu putative mutan. Formulasi media dengan penambahan zat pengatur tumbuh pada konsentrasi yang tepat merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam kultur jaringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memacu multiplikasi tunas dari eksplan buku. Bahan tanaman yang digunakan adalah planlet jeruk siam Kintamani yang dikecambahkan dari embrio hasil iradiasi sinar gamma dengan dosis 0; 4,5; 5,0; 5,5 Gy. Penelitian multiplikasi tunas menggunakan eksplan buku in vitro dengan perlakuan 7 formulasi media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan media MS modifikasi yang diperkaya dengan 2 mg/L BA dan 2 mg/L GA3 mampu memperbanyak jumlah tunas dengan baik, sedangkan media MS modifikasi tanpa penambahan ZPT meningkatkan jumlah buku dan daun tetapi juga menginduksi pembentukan akar. Kata kunci : putative mutan, multiplikasi, mutagenesis in vitro ABSTRACT Tangerine var Kintamani is an orange that is preferred by consumers because it is sweet, fragrant, and the flesh is soft, but it has seedy and the rind color is less attractive. Breeding oranges is constrained by a unique reproductive system with a long life cycle, so breeding through sexual crosses requires a lot of money and time. An alternative to improve the quality of orange is through in vitro mutagenesis using gamma rays in nucellar embryos. Mutagenesis in young nucellar embryos of Kintamani Tangerine was carried out in 2018. The putative mutant of Tangerine var Kintamani shoots were propagated by in vitro technique in order to obtain duplicates of each putative mutant individual. Media formulation with the addition of plant growth regulators at appropriate concentrations is one of the keys to success in tissue culture. The purpose of this study was to multiplication of shoots from single node explants. The plant materials used were Tangerine var Kintamani plantlets which were germinated from embryos derived from gamma ray irradiation with a dose of 0; 4.5; 5.0; 5.5 Gy. The shoot multiplication study used single node explants in vitro with the treatment of 7 media formulations. The results showed