Volume 5, Nomor 2, Juli –Desember 2020 Reno Fitriyanti 72 KARAKTERISTIK LIMBAH DOMESTIK DI LINGKUNGAN MESS KARYAWAN PERTAMBANGAN BATUBARA Reno Fitriyanti Dosen Program Studi Teknik Kimia Universitas PGRI Palembang e-mail : renofitriyanti@ymail.com ABSTRAK Limbah domestik di lingkungan mess karyawan pertambangan batubara berasal dari kegiatan laundry, kantin dan kamar mandi. Limbah domestik dapat mengakibatkan pencemaran badan air dan mnimbulkan bau. Langkah awal pengelolaan limbah domestik dapat dilakukan dengan mengetahui karakterisrik limbah yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik limbah domestik di lingkungan mess karyawan pertambangan batubara.. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan mengambil sampel limbah yang berasal dari kegiatan domestik (mess karyawan, laudry dan kantin). Selanjutnya dilakukan pengukuran sampel di laboratorium. Parameter yang diukur adalah BOD, COD, TSS, pH, minyak dan lemak serta amoniak. Data yang didapat dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan baku mutu limbah domestik. Hasil penelitian menunjukkan limbah domestik di lingkungan mess karyawan pertambangan batubara memiliki nilai TSS sebesar 2 mg/l, kandungan minyak sebesar 2,8 mg/l, BOD 43 mg/l, COD 135,3 mg/l serta kandungan amoniak 25,41 mg/l serta nilai pH 7,1. Berdasarkan baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.68/Menlhk/Setjen/Kum I/8/2016 tentang Baku Mutu Limbah Domestik, nilai TSS, kandungan minyak dan lemak memenuhi baku mutu yang ditetapkan, namun nilai parameter COD, BOD dan amoniak melebihi baku mutu yang ditetapkan. Kata kunci : limbah domestik, BOD, COD, amoniak PENDAHULUAN Air merupakan materi yang essensial bagi kehidupan manusia, dimana ketersediaan air, semakin lama dirasakan semakin kritis, terutama akibat aktivitas kehidupan manusia itu sendiri. Limbah sebagian besar dihasilkan dari kegiatan manusia, dimana terus terjadi peningkatan dari segi kuantitas dan jenis limbah. Pembuangan limbah yang tidak melalui proses pengolahan merupakan salah satu masalah pencemaran lingkungan yang dihadapi (Sudirman dkk, 2015). Scortar (2009) menyatakan pengelolaan limbah yang tidak efektif dan efisien dapat merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan. Limbah cair merupakan buangan yang dihasilkan dari proses produksi dan domestik yang tidak dimanfaatkan serta dapat menimbulkan dampak bagi lingkungan. Pertambangan batubara, selain dihasilkan dari proses pertambangan, limbah juga dapat dihasilkan dari sektor domestik di lingkungan pertambangan. Limbah domestik tidak terkait pada proses produksi. Sumber limbah domestik di lingkungan pertambangan dihasilkan dari kegiatan karyawan berupa penggunaan kamar mandi, laundry dan kantin. Kandungan organik pada limbah domestik masih menjadi masalah penting yang mengakibatkan penurunan kualitas air sungai (Purwatiningrum, 2018). Data Kementrian Lingkungan