Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2, No. 3 Juni 2022, Hal. 275-285 DOI: https://doi.org/10.52436/1.jpmi.518 P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 275 Pembuatan Peta Digital Informasi Warisan Budaya Indonesia sebagai Aplikasi Kurikulum MBKM Eko Nursanty* 1 , Djoko Darmawan 2 , M. Fahd Diyar Husni 3 1,2,3 Prodi Arsitektur, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia *e-mail: santy@untagsmg.ac.id 1 , djoko-darmawan@untagsmg.ac.id 2 , husni@untagsmg.ac.id 3 Abstrak Kurikulum MBKM adalah wujud baru dalam Pendidikan Indonesia yang diharapkan mampu memberikan warna baru didalam memunculkan keunikan dan otentisitas dari keberagaman Indonesia. Peluang yang ada didalam IKU 3 berupa dosen berkegiatan di luar kampus diharapkan mampu menunjang keunikan pembelajaran yang diharapkan pada IKU 7 yaitu kelas yang kolaboratif dan partisipatif. Prodi Arsitektur adalah Pendidikan yang yang menghasilakn lulusan dengan kemampuan seseorang dalam menciptakan wadah kehidupan manusia berupa ruang dan tempat baik di dalam maupun di luar bangunan, dalam wujud fisik maupun non fisik yang berada pada sebuah lingkungan yang berkelanjutan. Indonesia memiliki 1.239 warisan budaya tak benda yang memberikan peluang bagi para arsitek untuk mewujudkan karya-karya bermuatan lokal dalam kerja profesinya. Metode pengabdian ini dilakukan dengan cara menyiapkan informasi dan meyusun gambaran secara utuh dalam bentuk peta digital pada 12 program studi Arsitektur penerima Hibah Penyusunan Kurikulum MBKM dari Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia sejak tahun 2020 hingga saat ini. Informasi yang dikumpulkan adalah gambaran jumlah dosen yang berprofesi sebagai arsitek dan upaya penciptaan kelas kolaboratif dan partisipatif yang telah dilakukan. Peta yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu memberikan manfaat guna mendukung pelaksanaan kurikulum MBKM di Prodi Arsitektur manapun di wilayah Indonesia bahkan yang belum mendapatkan kesempatan hibah MBKM. Kata kunci: Arsitektur Tradisional, MBKM. Abstract The MBKM curriculum is a new form in Indonesian Education that is expected to provide a new model in bringing out the uniqueness and authenticity of Indonesia's diversity. The opportunities in IKU 3 in the form of lecturers doing activities outside the campus are expected to be able to support the uniqueness of learning expected in IKU 7, namely collaborative and participatory classes. Architecture Study Program is an education that produces graduates with one's ability to create a container of human life in the form of spaces and places both inside and outside the building, in physical and non-physical forms that are in a sustainable environment. Indonesia has 1,239 intangible cultural heritage that provides opportunities for architects to realize locally charged works in their professional work. This method of devotion is carried out by preparing information and presenting a complete picture in the form of digital maps in 12 architectural study programs of MBKM Curriculum Preparation Grants from the Ministry of Research and Technology of the Republic of Indonesia since 2020 until now. The information collected is an overview of the number of lecturers who work as architects and collaborative and participatory class creation efforts that have been carried out. The map resulting from community service activities is expected to be able to support the implementation of the MBKM curriculum in any Architecture Study Program in the Indonesian region even those who have not received mbkm grant opportunities. Keywords: MBKM, Traditional Architecture. 1. PENDAHULUAN Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadim Makarim telah mencanangkan Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka yang bertujuan mendorong mahasiswa untu menguasai berbagai keilmuan untuk bekal memasuki dunia kerja. Melalui kebijakan ini, Kampus Merdeka memberikan kesempatan kepada mahasiswa memilih mata kuliah yang akan mereka ambil. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengambil mata kuliah di luar program studi pada perguruan tinggi yang sama; mengambil mata kuliah pada program studi yang sama di perguruan tinggi yang berbeda; mengambil mata kuliah pada program studi yang berbeda di perguruan tinggi yang berbeda; dan/atau pembelajaran di luar