NO. ISSN: 2615-2118 32 Jurnal Pengabdian ― Dharma Bakti ― Vol.4, No.1, Februari 2021 PEMERIKSAAN KOLESTEROL, GULA DARAH DAN ASAM URAT DI DESA GLAGAHARJO KECAMATAN CANGKRINGAN KABUPATEN SLEMAN Nugroho Susanto Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta nugroho_susanto@respati.ac.id ABSTRAK Kadar gula darah, kolesterol dan asam urat meningkat setiap tahun khususnya pada lansia. Prevalensi di Asia sangat tinggi di Kepuauan Marshall 85% and Indonesia 18%. Populasi lansia meningkat dari 841 juta tahun 2013 menjadi lebih 2 juta di tahun 2050. tujuan pengabdian untuk melakukan skrining faktor risiko pada lansia di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan. Partisipasi pengabdian lansia usia 50 - 95 tahun dengan sampel sebesar 49 sampel lansia. Sampel darah diambil 5 ml dengan cara aseptic dengan pemeriksaan Easy Touch GCU. Data dianalisis dengan SPSS versi 20 dengan uji statistik regresi linier dengan tingkat kepercayaan 95%. rerata usia 64,82 tahun, berat badan 51,83 Kg, tekanan darah sistole 155,08 mmHg, diastole 84,98 mmHg, kolesterol 204,67 mg/dl, asam urat 5,463 mg/dl. Kata Kunci: Tekanan Darah, Kolesterol, Lansia ABSTRACT Glucose, cholesterol and uric acid increasing every years especially elderly. Prevalence in Asia highest Marshall Islands 85% and Indonesia 18%. Elderly increase from 841 million in 2013 to more than 2 billion in 2050. The paper objective to screening risk factors for elderly in Sleman district. Population study is elderly under Cangkringan center health service age 50 - 95. Sample was required 49 elderly. Blood sample 5 ml with aseptic with parameter by Easy Touch GCU. Data were analyzed by SPSS versi 20 with statistic test linear regression with 95% Confidence interval. Mean of age 64,82 years old, body weigh 51,83 kilo, systole blood pressure 155,08 mmHg, diastolic blood pressure 84,98 mmHg, cholesterol 204,67 mg/dl, uric acid 5,463 mg/dl. Key word: blood pressure, cholesterol, elderly 1. PENDAHULUAN Berdasarkan data di Amerika serikat didapatkan 5,7 juta orang mengalami asam urat. Angka kejadian asam urat diperkirakan tahun 2030 lebih dari 8 juta orang (Kumar, K. & Afonso, 2019). Prevalensi asam urat di Asia sebanyak 24 negara yaitu papua Nugini terrendah 1% dan kepulauan Marshall tertinggi 85% (Suneja et al 2018). study di Sydney Australia bahwa prevalensi hiperuremia sebesar 22,2% dan Di indonesia sebesar 18% (Suneja et al 2018). Sebuah studi di Korea bahwa rerata hiperkolesterolemia 36% (Lee, Y et al 2014). studi di China bahwa rentang faktor risiko kematian lansia adalah obesitas, hiperglikemia, tekanan darah tinggi dan kolesterol (Thaslima Nandhini et al 2018). Hasil laporan statistik International Diabetes Federation (IDF, 2018), jumlah penderita DM tipe 2 mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dan ada sekitar 230 juta penderita diabetes di dunia. Setiap tahun angka kejadian naik 3 persen atau bertambah tujuh juta orang setiap tahunnya. Pada tahun 2025 diperkirakan akan meningkat menjadi 350 juta dan lebih dari separuh berada di Asia, terutama di India, Cina, Pakistan dan Indonesia. Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan kasus tertinggi yaitu sebesar 880.193