Serambi Engineering, Volume VI, No. 2, April 2021 hal 1790 - 1796 1790 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 Uji Total Plate Count (TPC) Bakteri Pada Minuman Teh Poci Homemade di Gampong Batoh Banda Aceh Yuni Dewi Safrida 1 *, Hardiana 2 , Mauliyana 3 1,2,3 Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh *Koresponden Email: yunidewi_safrida@yahoo.com Diterima: 1 Maret 2021 Disetujui: 10 Maret 2021 Abstract Poci tea is a favorite beverage produced by household industry. Considering its hygienic quality so that it is not contaminated by microbes seems to be an important factor. This study aims to determine the level of microbial contamination in Poci tea produced by household retailers in Batoh, Banda Aceh. This study was conducted at the Pharmacy Laboratory, Academy of Pharmacy and Food Analysts (AKAFARMA) Banda Aceh from 8 to 12 June 2020. The method of this study is a quantitative experimental laboratory with Total Plate Count (TPC). The samples of this study are seven Poci tea obtained from Batoh retailers selected by random sampling. The results showed that the seven Poci teas samples were contaminated microbes, i.e ALMK with a TPC value of 4x103 colonies / ml, AMK with a TPC value of 4x103 colonies / ml, HFK with a TPC value of 2x103 colonies / ml, JLM with a TPC value of 3x103 colonies / ml, KUCB with a TPC value of 4x103 colonies / ml, MHFK with a TPC value of 4x103 colonies / ml, and MHZZ with a TPC value of 2x103 colonies / ml. In conclusion, the seven Poci tea samples sold in Batoh have TPC values that are not permitted by the Regulation of the Head of RI POM No. 16 of 2016. Therefore, this poci tea is not recommended for consumption. Keywords: microbial contaminant, poci tea, total plate count, coliform, e. coli. Abstrak Teh poci merupakan minuman favorit hasil produksi rumah tangga yang harus diperhatikan kualitas higienis sehingga tidak tercemar oleh mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat cemaran mikroba dalam minuman teh poci produksi rumah tangga yang dijual di Batoh Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Farmasi, Akademi Analis Farmasi dan Makanan (AKAFARMA) Banda Aceh dari Tanggal 8 Juni sampai 12 Juni 2020. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan Total Plate Count (TPC). Ketujuh sampel teh poci yang dijual di Batoh Kota Banda Aceh yang dipilih secara acak untuk diuji. Hasil penelitian menunjukkan dari ke tujuh sampel teh poci ini tercemar mikroba, yaitu ALMK dengan nilai TPC 4x10 3 koloni/ml, AMK dengan nilai TPC 4x10 3 koloni/ml, HFK dengan nilai TPC 2x10 3 koloni/ml, JLM dengan nilai TPC 3x10 3 koloni/ml, KUCB dengan nilai TPC 4x10 3 koloni/ml, MHFK dengan nilai TPC 4x10 3 koloni/ml, dan MHZZ dengan nilai TPC 2x10 3 koloni/ml. Ketujuh sampel teh poci yang dipasarkan di daerah Batoh memiliki nilai TPC yang melebihi ambang batas yang telah ditetapkan oleh Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 16 Tahun 2016. Sehingga teh poci ini tidak layak untuk dikonsumsi. Kata Kunci: cemaran mikroba, teh poci, angka lempeng total, koliform, e. coli . 1. Pendahuluan Camellia sinensis L. Kuntze merupakan tanaman asli Cina dan masuk ke Indonesia sekitar tahun 1684. Di Indonesia Camellia sinensis berkembang secara pesat dan dipasarkan secara komersial. Salah satu minuman olahan yang berasal dari daun dan pucuk daun Camellia sinensis yang dikenal di Indonesia adalah minuman teh. Teh menempati posisi kedua dalam konsumsi diantara semua minuman lainnya. Beberapa minuman teh komersial yang umum dijumpai di pasaran, yaitu teh bubuk, kemasan celup, kemasan kotak atau botol dan sebagainya [1]. Produk minuman teh kemasan dibuat dalam beberapa variasi, seperti teh ekstrak, teh seduh, dan teh celup murni tanpa penambahan gula atau bahan pangan lainnya. Selanjutnya, produk teh yang dipasarkan tersebut harus syarat-syarat kesehatan (SNI) [2]. Salah satu contoh produk minuman teh dalam kemasan siap saji yang tidak memiliki merek dagang yaitu teh poci. Teh poci adalah jenis minuman siap saji favorit yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Teh poci merupakan minuman khas wangi melati dalam wadah gelas plastik dan penambahan es batu agar