BAKTIMAS Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 2, No. 3, September 2020 eISSN 2685-113x pISSN 2685-0303 129 Pelatihan Business Plan pada UMKM di Desa Koto Rendah Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci Musnaini 1 , Besse Wediawati 2 , Zulfina Adriani 3 , Rts. Ratnawati 4 , Dessy Elliyana 5* 1,2,3,4,5 Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jambi, Jambi. Jl. Raya Jambi - Muara Bulian KM.15 Mendalo Indah Muaro Jambi, Jambi, Indonesia *Penulis Korespodensi: dessyelliyana0587@unja.ac.id ABSTRAK Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berada di Desa Koto rendah, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci adalah bentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari ibu- ibu rumah tangga yang mempunyai usaha bisnis dalam kuliner, pembibitan, pengolahan hasil pertanian dan perkebunan sekitar yang mereka miliki maupun penduduk setempat. Kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai kemampuan untuk melakukan perencanaan bisnis (Business Plan). Selain itu, untuk memberikan peningkatan keterampilan dalam merencanakan bisnis menggunakan bisnis model. Metode yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan pelatihan dan pendampingan membuat rencana bisnis dalam lembar kerja bisnis model canvas. Kata Kunci : UMKM, KUBE Business Plan ABSTRACT Small and Medium Enterprises (MSMEs) located in Koto low Village, Siulak Sub- District, Kerinci Regency is a form of Joint Venture Group (KUBE) of housewives who have business ventures in culinary, nursery, processing of agricultural products and plantations. This devotional activity is to improve knowledge and skills regarding the ability to making a Business Plan. In addition, to provide improved skills in businesses plan using business models. The method that will be used to achieve that goal is by training and mentoring business plans in canvas model business worksheets. Kata Kunci : UMKM, KUBE Business Plan PENDAHULUAN Keberadaan UMKM yang menjadikan persaingan semakin meningkat tetapi tidak diiringi dengan performa UMKM serta masih kurangnya pendampingan maupun pelatihan pada UMKM untuk meningkatkan skill dan tata kelolanya. Kendala utama yang dihadapi usaha UMKM saat ini adalah terbatasnya kemampuan daya inovasi dan kreativitas, kurang efektif dan fokus usaha yang dilakukan oleh pelaku usaha yang