JURNAL PANALUNGTIK e-ISSN: 2621-928X Vol. 4, No. 2, Desember 2021, pp 115 – 128 DOI: https://doi.org/10.24164/pnk.v4i2.71 115 IDENTIFIKASI TEMUAN ARCA DI KARANGNUNGGAL, TASIKMALAYA Identification of the Sculptures Findings in Karangnunggal, Tasikmalaya Nanang Saptono, Endang Widyastuti Balai Arkeologi Jawa Barat Jalan Raya Cinunuk Km. 17, Cileunyi, Bandung, Jawa Barat, Indonesia E-mail: nanangsaptono@gmail.com Naskah diterima: 21 November 2021 - Revisi terakhir: 15 Desember 2021 Disetujui terbit: 15 Desember 2021 - Tersedia secara online: 17 Desember 2021 Abstract Sculptures are archaeological relic that are frequently found. Sculptures from the Hindu- Buddhist period often serves as a medium for worshipping. The characters depicted in the sculpture can be of gods and their pantheons, some are in the form of kings who are depicted as gods. In the area of Karangnunggal, Tasikmalaya, sculpture made of stone were found on a former plantation land that was used during the Dutch era. This article aims to provide an overview of the character that are depicted in the sculpture, the origin style of the creation, and when the sculpture was created. The method used in this research is descriptive research with a comparative approach. Based on its attributes, the Karangnunggal sculpture considered as a sculpture of embodiment. The figure that depicted was Dewi Parwati in Majapahit style. Based on the context of the findings, this sculpture indicates as an art item created at present time. Keywords: Embodiment statue, Parwati, Majapahit. Abstrak Arca merupakan tinggalan arkeologis yang sering ditemukan. Arca dari masa Hindu-Buddha berfungsi sebagai media untuk pemujaan. Tokoh yang digambarkan dapat berupa dewa dan pantheonnya, ada pula yang berupa raja yang digambarkan sebagai dewa. Di daerah Karangnunggal, Tasikmalaya pernah ditemukan arca terbuat dari batu di lahan bekas perkebunan pada zaman Belanda. Artikel ini bertujuan memberikan gambaran mengenai tokoh yang digambarkan, gaya asal pembuatan, dan kapan arca itu dibuat. Metode yang dipakai adalah melalui tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan komparatif. Berdasarkan atributnya, arca Karangnunggal menunjukkan arca perwujudan. Tokoh yang digambarkan adalah Dewi Parwati bergaya Majapahit. Berdasarkan konteks temuan, arca menunjukkan sebagai barang seni yang dibuat pada masa kini. Kata kunci: Arca perwujudan, Parwati, Majapahit. PENDAHULUAN Arca merupakan benda arkeologis yang kebanyakan berasal dari masa Hindu- Buddha. Berdasarkan sumber prasasti, kerajaan di Jawa Barat yang pertama kali berdiri adalah Kerajaan Tarumanagara dengan rajanya yang terkenal adalah Purnawarman. Peninggalan prasasti dari Kerajaan Tarumanagara ada lima yang sudah dapat dibaca dan dua prasasti yang belum terbaca. Kelima prasasti yang berhasil dibaca adalah prasasti Ciaruteun, Pasir Koleangkak, Kebonkopi, Tugu, dan Cidanghyang, sedangkan dua prasasti yang belum dapat dibaca adalah prasasti Pasirawi dan Muara Cianten.