Volume 5, Nomor 1, Desember 2021. p-ISSN : 2614-5251 e-ISSN : 2614-526X SELAPARANG. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan 981 KEMANDIRIAN MASYARAKAT DESA SEKARPUTIH KECAMATAN TEGALAMPEL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS TANAH MELALUI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK KOTORAN SAPI Basuki 1) , Sukron Romadhona 1) , Listya Purnamasari 1) , Vega Kartika Sari 1) 1) Program Studi IlmuTanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jember, Jember, Jawa Timur, Indonesia Corresponding author : Basuki E-mail : basuki@unej.ac.id Diterima 16 Oktober 2021, Direvisi 16 Desember 2021, Disetujui 16 Desember 2021 ABSTRAK Lahan pertanian mengalami penurunan kesuburan tanah dengan indikasi nilai C-Organik < 1% sangat luas, termasuk di Desa Sekarputih Kabupaten Bondowoso. Masyarakat Desa Sekarputih sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Survei awal menunjukkan bahwa kotoran sapi yang dihasilkan oleh ternak belum dimanfaatkan secara optimal. Banyak kotoran sapi yang dibiarkan begitu saja sehingga menimbulkan masalah lingkungan seperti bau yang menyengat. Tujuan dari program pengabdian ini adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik yang berasal dari kotoran sapi sebagai alternatif untuk meningkatkan bahan organik tanah dan mengurangi permasalahan lingkungan. hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa peserta sangat aktif dan antusias dalam bertanya dan menjawab pertanyaan dalam kegiatan sosialisasi, dan antusias aktif dalam praktek langsung pada tahap pelatihan. Kata kunci: pelatihan; pupuk organic; kotoran sapi; ternak. ABSTRACT Agricultural land experienced degradation of soil fertility with indicated C-Organic value < 1% very widely, including in Sekarputih Village, Bondowoso Regency. The people of Sekarputih village mostly make a living as farmers and ranchers. The initial survey shows that cow dung produced by livestock has not been utilized optimally. A lot of cow dung is left alone which causes environmental problems such as a strong odor. The purpose of this service program is socialization and training on the manufacture of organic fertilizer derived from cow dung as an alternative to increasing soil organic matter and reducing environmental problems. the results of the service activities showed that the participants were very active and enthusiastic about asking and answering questions in socialization activities, and enthusiastically active in direct practice at the training stage. Keywords: training; organic fertilizer; cow manure; livestock. PENDAHULUAN Lahan pertanian di Indoensia dalam decade terakhir menunjukkan kualitas tanah yang rendah. Kualitas tanah ditunjukkan oleh nilai kandungan karbon organik kurang dari 1 %. Syarat tanah yang sehat minimal memiliki kualitas tanah dengan kandungan C-Organik 2 % (Basuki & Sari, 2020; Sukri et al., 2020) . Penurunan kualitas tanah di lahan pertanian disebabkan oleh penggunaan bahan organik sebagai pupuk sudah tidak diterapkan lagi (Ratriyanto et al., 2019; Setiawati et al., 2019). Alasan sebagian besar petani tidak memupuk lahan pertanian dengan pupuk organik karena aplikasi pupuk yang diberikan ke lahan pertanian kuantitasnya tinggi, membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak, sumber bahan yang relatif sulit yang harus memiliki sumber ternak sendiri, pupuk anorganik yang mudah dan dosis yang rendah. Fenomena tersebut menyebabkan penurunan kualitas hasil pertanian, dan peningkatan serangan hama dan penyakit baru di lokasi setempat (Damanhuri et al., 2020; Sari et al., 2020). Peningkatan serangan hama penyakit, mengharuskan petani menggunakan bahan kimia untuk mengendalikan seperti insektisida, fungisida, bakterisida, dan bahan sejenis lainnya. Penggunaan bahan sintetik pengendali hama dan penyakit pengganggu menyebabkan membunuh organisme yang sebetulkanya bukan sasaran utama dari bahan tersebut. Kita bisa lihat kondisi tersebut dilahan sawah, tahun 90-an kita dapat menemukan ikan liar di saluran draenase, lahan sawah yang saat musim panen padi dengan cara pengeringan sawah sekaligus panen ikan yang ada di lahan swah, ular sawah yang sudah tidak kita temukan di lahan sawah