Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan e-ISSN 2615-0441| p-ISSN 2527-9548 Vol. 6, No. 1, Juni 2021, pp. 38-43 38 https://jurnal.kesdammedan.ac.id/index.php/jurhesti jurhesti@kesdammedan.ac.id Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan Kesehatan terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberculosis Paru di Rumah Sakit Putri Hijau Medan Deni Susyanti1 1 , Syaiful 2 , Ratih Krisna Murti 3 , Muchti Yuda Pratama 4,* 1,2,4 Dosen Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan, Sumatera Utara, Medan 20153, Indonesia 3 Mahasiswa Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan, Sumatera Utara, Medan 20153, Indonesia 1,a deni_susyanti@yahoo.co.id; 2,a syaiful@yahoo.co.id; 4,a yudamuchti@yahoo.id* * corresponding author 1. Pendahuluan Tuberculosis merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis yang ditularkan melalui udara (droplet nuklei) saat pasien tubeculosis batuk dan percikan ludah yang mengandung bakteri tersebut terhirup oleh orang lain saat bernapas. Penderita tuberculosis akan mengalami tanda dan gejala seperti berkurangnya berat badan, demam, keringat dingin, mudah lelah, kehilangan nafsu makan, batuk, sputum berdarah, nyeri dada, sesak nafas [1]. Menurut laporan World Health Organization, pengobatan terhadap penyakit tuberculosis telah menghindari 49 juta kematian di seluruh dunia. Di seluruh dunia, penyakit tuberculosis merupakan salah satu ancaman kesehatan masyarakat yang utama sebagai penyebab kematian akibat penyakit menular. Asia Tenggara dengan 5 dari 22 negara yang memiliki beban tuberculosis tertinggi di dunia.Sebanyak 35% seluruh kasus tuberkulosis di dunia berada di kawasan ini [2]. Asia tenggara dengan 5 dari 22 negara yang memilikituberculosis beban tuberculosis tertinggi di dunia.Sebanyak 35% seluruhnya kasus di dunia berada di kawasan ini. Strategi directly, observed, treatment, short courseterbukti sangat efektif untuk mengendalikan tuberculosis. Namun di masyarakat beban penyakit tuberculosis masih sangat tinggi.Selain itu, pengedalian tuberculosis juga mendapat tantangan baru seperti infeksi yang terjadi bersamaan antara tuberculosis dengan HIV dan TB resisten obat [2]. Data dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2015), menyatakan bahwa jumlah seluruh pasien tuberculosis yang ditemukan dan tercatat diantar 100.000 penduduk disuatu wilayah. Angka case notification rate berguna untuk menunjukan kecenderungan peningkatan atau penuruna pasien tuberculosis ditingkat nasional sejak 1999 cenderung meningkat, namun case notification rate mengalami stagmasi dalam 4 tahun terakhir (2011-2014). ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords Family Bronchial asthma Effective coughing Pulmonary tuberculosis is a disease caused by Mycobacterium Tuberculosis bacteria which attacks a person’s respiratory system. This disease can spread through the air when an infected person coughing or sneezing secretes the droplet or saliva splash. These are what can cause a contagious infection adherence in pulmonary tuberculosis will cause the patient become MDR-TB. The health education provided to the pulmonary tuberculosis patient to increase their knowledge. This research used descriptive case study method, including Assessment, Diagnosis, Intervention, Implementation an Evaluation at 2 Pulmonary Tuberculosis patient at Putri Hijau Hospital. The research found that both pulmonary tuberculosis patient have different result after treated by health education treatment for 4 days, the first patient could overcome the lack of medication adherence while the second patient only could overcome certain of it.