Jurnal Doktor Manajemen 5 (2022) 54-63 Agilitas Organisasi: Meningkatkan Kepuasan Kerja Dan Komitmen Organisasi Tenaga Keperawatan Di Ruang Rawat Inap Pasien Covid-19 Mikaria Gultom Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mercu Buana A R T I C L E I N F O A B S T R A C T Keywords: organizational agility, job satisfaction, organizational commitment, nursing staff, inpatient room for Covid-19 patients Submit : 9 Feb 2022 Accepted : 12 Apr 2022 Publish : 30 Apr 2022 Corresponding author. E-mail addresses: mikaria.gultom@ student.mercu buana.ac.id The Covid-19 pandemic has affected all aspects of people's lives and the world in a short time. The medical work environment dealing directly with patients is very stressful, especially for nurses who have to be in the inpatient room for 24 hours continuously. The purpose of this study was the extent to which hospital organizational agility could increase job satisfaction and organizational commitment of nurses working in inpatient room COVID-19 patients. This research method is a quantitative research method with data processing tools using the SmartPLS version 3.0. The research data was obtained from an online questionnaire using google form with a non-probability sampling technique, namely a convenience sampling technique (accidental sampling). The respondents of this study were 110 nurses who served in the Covid-19 inpatient service section at the Sentra Medika Group Hospital domiciled in West Java province which was appointed as a Covid- 19 referral hospital by the Governor of West Java. The results showed that the direct effect coefficient of organizational agility on organizational commitment was 0.207, job satisfaction on organizational commitment was 0.484, and the indirect effect coefficient of organizational agility on organizational commitment through job satisfaction was 0.234. Thus, it can be concluded that organizational agility has a positive and significant effect on organizational commitment mediated by job satisfaction. 1. Pendahuluan Situasi COVID-19 di tingkat global maupun nasional menimbulkan krisis diberbagai aspek kehidupan, terutama dalam bidang kesehatan. Jumlah pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 setiap hari bertambah dan tidak terkendali karena penyebarannya yang begitu cepat. Upaya percepatan penanganan dan pengobatan Covid-19 dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan menunjuk beberapa rumah sakit swasta karena rumah sakit umum dan daerah sudah kewalahan melakukan perawatan pasien COVID-19. Rumah sakit swasta dengan segala keterbatasan sarana prasarana melakukan pembenahan unit perawatan sesuai dengan standar kementerian kesehatan dalam rangka pelayanan pasien yang terkonfirmasi positif dengan berbagai kasus, mulai dari kasus ringan, sedang dan berat atau yang membutuhkan fasilitas yang khusus berupa ventilator atau ruangan ICU. Pembenahan unit perawatan dengan standar kesehatan yang dibutuhkan menimbulkan persoalan tersendiri bagi rumah sakit. Rumah Sakit harus melakukan berbagai renovasi ruangan, menambah fasilitas ruangan khusus dan menyediakan berbagai alat kesehatan yang membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Demikian halnya dengan ketersediaan dan kesiapan SDM, dalam hal ini tenaga kesehatan yang bersentuhan langsung dengan pasien terkonfirmasi Covid-19. Ketidaksiapan para dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya sangat terasa di lapangan dan sering diliputi kecemasan akan keselamatan dirinya, dan keluarganya di rumah jika mereka kembali setelah melakukan pelayanan di rumah sakit. Tenaga kesehatan sangat rentan untuk terpapar dan berpotensi menularkan kepada orang lain (Neto et al. 2020). 64