Fakultas Agama Islam https://jurnal.yudharta.ac.id/v2/index.php/muallim Vol. 3 No. 1 Bulan Januari 2021 Mu’allim Jurnal Pendidikan Islam P-ISSN (cetak) : 2655-8939 E-ISSN (online) : 2655-8912 RELIGION, SCIENCE AND PHILOSOPHY UIN Walisongo, Semarang, Central Java, Indonesia Kurnia Muhajarah 1 , Muhammad Nuqlir Bariklana 2 kurniamuhajarah@walisongo.ac.id, muhammad.nuqlir@walisongo.ac.id ABSTRACT This article has the background that religion, science and philosophy have a connection. They complement and complement each other for humans in search of truth. This article tries to explore how the real connection between religion, science and philosophy is. The study will be compared to Islam, so that it will be known to what extent science and philosophy in the Islamic view of explaining science. This article is a qualitative research based on literatureresearch (library). The results showed that science, philosophy and religion have relevance to three main human potentials, namely reason, mind and feeling in order to obtain truth and human happiness Keywords: religion, knowledge, philosophy A. Pendahuluan Manusia diciptakan dengan memiliki anugerah berupa akal juga pikiran yang membedakannya dengan makhuk lainnya. Hal inilah yang menjadikan manusia mampu menciptakan serta mengembangkan sejalan dengan pemikiran yang dikembangkan oleh manusia. Lewat akal dan pikiran manusia tersebut, maka lahirlah teori, kajian dan ilmu pengetahuan. Melalui akal dan pikiran itulah manusia dapat menentukan kebenaran. Ketika berbicara tentang pengetahuan, maka tidak akan lepas dari pembicaraan tentang penalaran. Kompetensi nalar manusia menyebabkan manusia bisa memberdayakan dan memaksimalkan kemampuan dan pengetahuan yang merupakan rahasia kekuatan dan kompetensinya. Menurut Suriasumantri (1993: 39), manusia adalah makhluk terbaik yang bersungguh-sungguh dalam meningkatkan kompetensinya sehingga pengetahuan akan selalu berkembang. Binatang hanya memiliki pengetahuan untuk survive atas kelangsungan hidupnya. Hakikat penalaran adalah proses berfikir untuk penarikan kesimpulan, yang berasal dari proses pikir dan tidak bersumber dari rasa. 1 Dosen Studi Islam di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Penulis adalah Direktur IDE (Institute for Da’wa and Empowerement). 2 Dosen Administrasi Publik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.