Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT) Vol. 3 No. 4 ISSN 2338 3240 17 ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH VEKTOR YANG DIREPRESENTASIKAN DALAM KONTEKS YANG BERBEDA PADA MAHASISWA CALON GURU FISIKA Muslimah Sari, I Komang Werdhiana dan Unggul Wahyono Muslimahsari354@gmail.com Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako Jl. Soekarno Hatta Km. 9 Kampus Bumi Tadulako Tondo Palu – Sulawesi Tengah Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemampuan pemecahan masalah vektor yang direpresentasikan dalam konteks yang berbeda pada mahasiswa calon guru fisika. Representasi dibatasi pada konteks matematika dan konteks fisika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 20 orang yang dipilih berdasarkan pertimbangan peneliti. Analisa data hasil tes dilakukan dengan bantuan Analytical Scale for Problem Solving oleh Walter Szetela dan Cynthia Nicol yang kemudian digunakan untuk menghitung presentasi skor pada setiap soal dan menghitung besarnya nilai dari tes kemampuan pemecahan masalah yang diberikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah mahasiswa calon guru fisika mengenai vektor yang direpresentasikan dalam konteks matematika dan fisika masuk pada kategori cukup. Hasil wawancara dengan responden terpilih, diperoleh bahwa faktor yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah vektor mahasiswa diantaranya kurang memahami materi atau konsep, kesalahan perhitungan, kurang memahami perintah soal, ketidaktelitian saat membaca gambar, kesulitan menganalisis soal, kurang mampu memilih persamaan, kesalahan pembulatan angka dan ketidaktelitian saat menyelesaikan soal. Kata Kunci : Analisis, Kemampuan Pemecahan Masalah, Vektor. I. PENDAHULUAN Fisika memiliki kaitan erat dengan matematika dimana matematika merupakan ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak. Dengan demikian, matematika mampu menyediakan kerangka logika dimana hukum- hukum fisika dapat diformulasikan secara tepat. Definisi, teori dan model fisika selalu dinyatakan menggunakan hubungan matematis. Walaupun fisika selalu dinyatakan dengan matematika, keduanya tidaklah tampak sangat seimbang. Ketika siswa menyelesaikan permasalahan fisika, mereka cenderung lebih berkonsentrasi dalam proses matematika daripada konsep fisika itu sendiri. Ia juga menyatakan bahwa fisika tampak sangat kuat jika menggunakan matematika, tetapi cindekiawan matematika sering fokus hanya dalam struktur matematika dan mengabaikan prinsip dan pemahaman fisikanya. Matematika dalam fisika tidak hanya dalam tingkat rumus, definisi variabel, hubungan antara angka-angka tetapi pada tingkatan bagaimana persamaan persamaan ini terhubung dengan pengertian fisika [1] . Mekanika, termodinamika, gelombang, listrik & magnet, elektronika, fisika matematika merupakan beberapa bidang inti dalam ilmu fisika. Untuk mampu menguasai dan mendalami konsep serta prinsip umum bidang inti fisika tersebut haruslah berlandaskan pengetahuan matematika dan algoritme yang baik. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa fisika masih saja merupakan mata kuliah yang tidak mudah. Banyak mahasiswa yang merasa sulit untuk memahami konsep-konsep dalam fisika walaupun mereka telah memiliki kemampuan matematika yang baik. Misalnya pada bidang mekanika khususnya materi gerak lurus, usaha, keseimbangan partikel dan momen gaya (torsi) yang banyak berkaitan dengan besaran vektor. Pengetahuan yang baik mengenai vektor dalam konteks matematika saja belum cukup menjadi dasar untuk memecahkan atau menyelesaiakan permasalahan dalam fisika. Vektor merupakan contoh materi yang banyak dijumpai dalam konteks matematika maupun fisika. Ada banyak konsep-konsep dalam fisika dinyatakan oleh vektor. Oleh karena itu, untuk lebih mudah menyelesaikan masalah–masalah dalam fisika mahasiswa