1 ADI WIDYA: Jurnal Pendidikan Dasar Volume. 1, Nomor 1 April 2017 ISSN: 2527-5445 http://ejournal.ihdn.ac.id/index.php/AW OPTIMALISASI PENGUASAAN ENGLISH VOCABULARY MELALUI PEMANFAATAN MEDIA LUDO WORDS GAME (LWG) PADA SISWA SEKOLAH DASAR I PUTU ANDRE SUHARDIANA Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar putuandresuhardiana@gmail.com ABSTRACT Education is surely an important tool in creating qualified human resources. It could be formed when applying education as the key to the development of science and technology. In the Standards of Content published by the The National Agency for Educational Standards (BSNP), English language subject in elementary schools is directed at developing four skills, namely, listening, speaking, reading, and writing skills as a means of communicating and discourse in English at a certain literacy level. English language education in primary school, according to the Standards of Content, of The National Agency for Educational Standards (BSNP) has the intention to develop language skills used in accompanying the action. Building a vocabulary, in this case, is the main thing in learning a foreign language at an elementary school level. Vocabulary not only builds reading skills but also other skills. At a certain level, when students can develop their vocabulary mastery, they will automatically improve themselves on listening, speaking, reading, and writing skills. Utilization of Ludo Word Game media in order to optimize the mastery of English vocabulary in elementary school students is actually a Ludo game which has been modified in such a way, which has a purpose to improve the mastery of English vocabulary. In addition, students' creativity in learning can also be developed automatically by collaborating the pictures card media on this learning media. Keywords: English Vocabulary, Ludo Words Game (LWG), Elementary School Students I. PENDAHULUAN Bahasa Inggris merupakan satu dari sekian banyak bahasa asing yang dipergunakan lintas negara. Bahasa Inggris, dalam posisi ini, menjadi bahasa pengantar hampir di seluruh negara, Crystal (Harmer, 2002: 1) memberikan penguatan terhadap data ini, bahwa pengguna bahasa Inggris sebagai bahasa utama di seluruh belahan dunia pada tahun 2000, tercatat sebanyak 377 juta orang, dan sebagai bahasa kedua sebanyak 350 juta. Di Indonesia sendiri, bahasa Inggris telah menjadi bahasa yang lumrah ditemui dalam kehidupan dan komunikasi sehari- hari, seperti misalnya nama-nama produk makanan, nama-nama tempat wisata, travel, lagu-lagu, istilah politik, istilah ekonomi, bahkan istilah dalam bidang pendidikan. Kedudukan bahasa Inggris di Indonesia adalah sebagai bahasa asing, bukan bahasa kedua. Bahasa Inggris, dalam dunia pendidikan, diajarkan mulai pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Pada jenjang ini, bahasa Inggris dijadikan mata pelajaran muatan lokal atau mata pelajaran tambahan. Hal ini tentu berbeda dengan bahasa asing lainnya yang jarang diberikan di jenjang pendidikan formal. Bahasa Inggris mempunyai empat keterampilan yang mesti dikuasai. Harmer (2002: 199) menjelaskan bahwa bahasa Inggris memiliki empat keterampilan dasar yang meliputi listening, speaking. reading, dan writing. Keempat keterampilan ini memang terpisah-pisah satu dengan yang lainnya, namun semuanya saling berkaitan, bahkan memungkinkan untuk digabungkan