Proceedings International Conference on Teaching and Education (ICoTE) Vol. 2 No. 2 (2019) ISSN: 2685-1407, FKIP Universitas Tanjungpura. Pontianak, Indonesia, Pages 242-247 242 IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SMA NEGERI 1 TELUK KERAMAT Agi Januarti, Amrazi Zakso, Supriadi Supriadi Program Studi Magister Pendidikan Sosiologi FKIP UNTAN PONTIANAK Email: agijanuarti.aj@gmail.com Abstract This study aims to describe the implementation of multicultural education in 1 Teluk Keramat senior high school. This research is a qualitative research. The research subjects were Principals, Teachers, and Students. The results of the study show the strategies carried out by schools in implementing multicultural education through the implementation of multicultural education in schools seen from the dimension of content integration. integration into self-programmed and programmed self-development activities. Programmed self-development activities in the form of extracurricular activities, and non-programmed self-development activities consist of routine activities carried out on a scheduled basis, spontaneous activities and exemplary activities. Integration into social studies subjects, integration in subjects is carried out in each subject or theme in learning. Supporting factors are the school climate, school curriculum, facilities and infrastructure, the role of teachers, school programs and activities, and students. The inhibiting factors are individual attitudes, lack of diversity media, posters about diversity and multicultural values, and lack of socialization. In addition, multicultural education in the form of practical activities outside of school in particular is still lacking in schools. Efforts to overcome obstacles include emphasizing values of respect, respect and tolerance. Supported by school policies that carry out noble character education, add diversity posters, socialize, conduct activities outside of school by participating students in various activities outside of school. Keywords: implementation, education, multicultural PENDAHULUAN Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya dengan beragam budaya dan agama sehingga bangsa ini memiliki semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti berbeda- beda, tetapi satu juga. Indonesia adalah negara yang multikultural. Negara yang kaya akan keberagaman, baik itu etnis, bahasa, suku, ras, adat istiadat dan agama yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Keragaman tersebut merupakan identitas bangsa Indonesia. Khoirul Mahfud (2016 : 214) menjelaskan bahwa Keragaman masyarakat Indonesia menuntut rasa saling toleransi, menghormati dan menghargai antar perbedaan tersebut. Keragaman yang ada sering mengakibatkan diskriminasi yang berujung pada konflik dan kekerasan. Negara kita seringkali dilanda konflik dan kekerasan antar masyarakat yang dapat menyebabkan perpecahan, baik itu konflik etnis maupun konflik antar pemeluk agama. Upaya mengatasi permasalahan yang disebabkan oleh keragaman bangsa tersebut salah satunya adalah melalui jalur pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar yang dilaksanakan melalui proses pembelajaran untuk mengembangkan potensi peserta didik yang berguna bagi dirinya, masyarakat dan negara (Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 ayat 1). Seiring banyaknya permasalahan yang muncul disebabkan oleh keragaman tersebut, maka lahir pemikiran untuk mengembangkan pendidikan multikultural di Indonesia. Khoirul Mahfud (2016 : 216) menjelaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan multikultural di dunia pendidikan diyakini dapat menjadi solusi nyata bagi konflik dan disharmonisasi yang terjadi di masyarakat, khususnya yang kerap terjadi di masyarakat Indonesia yang secara realitas adalah masyarakat yang plural. Dengan kata lain, pendidikan multikultural dapat menjadi sarana alternatif pemecah konflik sosial-budaya. Selain sebagai sarana alternatif pemecahan konflik, Khoirul Mahfud (2016 : 218) juga menjelaskan bahwa pendidikan