JPM: JURNAL PENGABDIAN MASYRAKAT Vol 2, No 2, November 2021, Hal 77−81 ISSN 2723-4118 (Media Online) Ni Nyoman Kerti Yasa | Page 77 Pengembangan Model Promosi Media Sosial Untuk Peningkatan Penjualan Usaha Mikro “Nasi Jinggo” di Kota Denpasar Ni Nyoman Kerti Yasa * , I Gusti Ayu Ketut Giantari, Henny Rahyuda, Ni Wayan Ekawati, Putu Dyah Krismawintari Faculty of Economics and Business, Udayana University, Bali, Indonesia Email: kertiyasa@unud.ac.id Abstrak−Pandemi COVID-19 telah memberi dampak negatif terhadap banyak usaha, termasuk usaha mikro ”Nasi Jinggo” yang ada di Kota Denpasar, khususnya angkringan Nasi Jinggo yang berlokasi d Jalan Gajah Mada, Denpasar. Omset penjualan yang mampu diraih, laba usaha yang diperoleh, maupun jumlah pelanggan mengalami penurunan. Oleh karena itu perlu dipikirkan tentang solusi yang bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengembangkan model promosi menggunakan beberapa platform media sosial yang relevan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengembangkan kemampuan pebisnis usaha Nasi Jinggo untuk bisa melakukan promosi media sosial dan membuatkannya media promosi media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook yang bisa digunakan untuk mengkomunikasikan produknya. Pengabdian ini berbentuk pelatihan tentang pentingnya promosi media sosial, dan bimbingan atau konsultasi melalui WhatsApp untuk membikin promosi media sosial. Pengabdian ini mengambil lokasi di Jalan Gajah Mada, Kota Denpasar yang tergabung dalam kelompok usaha mikro atau Angkringan Nasi Jinggo. Setelah kegiatan dilaksanakan maka pebisnis usaha mikro Nasi Jinggo yang sudah disepakati menggunakan nama usaha “Nasi Jinggo Bu Kojek” mampu berpromosi menggunakan media sosial dalam beberapa pilihan platform yang ada seperti, Instagram, Facebook, Whatshapp. Melalui pembuatan promosi media sosial ini maka kinerja penjualan bisa meningkat dan kekuatan merek dari angkringan nasi jinggo “Bu Kojek” semakin kuat. Diharapkan ke depan kegiatan pengabdi an kepada masyarakat ini bisa berkesinambungan dengan menawarkan platform media sosial lainnya, Tik Tok. Keywords: Promosi Media Sosial; Pelatihan dan Pendampingan; Nasi Jinggo; Bu Kojek. Abstrak−The COVID-19 pandemic has had a negative impact on many businesses, including the “Nasi Jinggo” micro business in Denpasar City, especially the Nasi Jinggo angkringan located on Jalan Gajah Mada, Denpasar. The amount of sales that can be achieved, the operating profit that can be earned, and the number of customers that can be served have decreased. Therefore, it is necessary to consider alternatives that can be employed to address existing issues. One approach to do this is to create a promotional model that integrates several relevant social media platforms. The purpose of this community service is to develop Nasi Jinggo's entrepreneurs' abilities to promote social media and create social media promotion media such WhatsApp, Instagram, and Facebook to communicate their products. This service includes training on the importance of social media promotion and also guidance or consultation on how to make social media promotions through WhatsApp. This project takes place on Jalan Gajah Mada, Denpasar City, which is a member of the micro business group or Angkringan Nasi Jinggo. After the activity was carried out, the Nasi Jinggo micro business owner who had agreed to use the business name "Nasi Jinggo Bu Kojek" was able to promote using social media in several available platform options such as Instagram, Facebook, Whatshapp. Sales performance may improve as a result of the development of this social media campaign, and the Nasi Jinggo angkringan "Bu Kojek" brand is strengthened. It is hoped that in the future this community service activity can be sustainable by offering other social media platforms. Keywords: Social Media Promotion; Training and Mentoring; Nasi Jinggo; Bu Kojek 1. PENDAHULUAN Pandemi Virus Covid-19 membawa dampak yang kurang baik terhadap berbagai bisnis, termasuk bisnis rumahan atau usaha mikro yang ada di Kota Denpasar. Salah satu bisnis rumahan yang sudah sangat familiar adalah usaha mikro “Nasi Jinggo”. Apalagi karena terkena dampak Covid-19, semakin banyak orang yaitu para pegawai swasta maupun pebisnis di bidang pariwisata yang beralih dengan memulai bisnis rumahan. Salah satu yang digeluti oleh orang terkena dampak Covid-19 inilah adalah mulai membuka bisnis “Nasi Jinggo”. Hal ini juga memberi dampak terhadap usaha nasi jingo yang sudah ada, sehingga persaingan semakin ketat dan akhirnya berdampak pada capaian kinerja bisnisnya, seperti jumlah pelanggan yang menurun, omset penjualan yang menurun, dan laba usaha yang menurun juga. Oleh karena itu, usaha mikro nasi jingo yang ada harusnya mencari solusi mengatasi penurunan kinerja bisnis. Salah satu cara untuk mengatsi penurunan kinerja bisnis tersebut adalah dengan melakukan promosi yang lebih gencar menggunakan berbagai platform media sosial seperti : Instagram, Facebook, WhatsApp, sampai membuat You tube (Ahmad et al., 2019; Mahmoud et al., 2020). Dari hasil survey awal diperoleh informasi bahwa usaha mikro nasi jinggo yang ada di Kota Denpasar, yaitu tepatnya di Jalan Gadjah Mada, belum secara gencar melakukan promosi baik promosi konvensional maupun promosi secara digital yaitu menggunakan promosi media sosial. Berdasarkan hasil wawancara awal dengan pak Putu Widiantara yang merupakan ketua kelompok dari lima usaha nasi jingo yang ada, mereka belum mengerti melakukan promosi yang baik. Contohnya nasi jingo yang dijual belum memiliki merek, sehingga konsumen tidak bisa membedakan nasi jingo yang diproduksi oleh pebisnis tertentu dengan pebisnis lainnya. Hal ini juga yang