1 TECHNOLOGIC, VOLUME 10, NOMOR 1 Politeknik Manufaktur Astra Juni 2019 PEMBUATAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN TERPADU “TES DAN RAPOR” ONLINE UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) PROVINSI RIAU Rida Indah Fariani 1 , Indah Cyithia Devi 2 , dan Isnaini Nur Khalifah 3 1,2,3 Program Studi Manajemen Informatika Politeknik Manufaktur Astra Jakarta, Indonesia E-mail: rida.i.fariani@polman.astra.ac.id 1 Abstrak--Dinas Pendidikan Provinsi Riau ingin meningkatkan efisiensi penggunaan kertas dalam pembuatan soal dan buku rapor pada Sekolah Menengah Atas (SMA). Di tingkat SMA, dalam satu semester untuk setiap mata pelajaran dapat melaksanakan latihan soal sebanyak 1 kali, ujian sebanyak 3 kali (ujian harian, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester), dan try out ujian nasional (UN) sebanyak 1 kali untuk kelas dua belas. Pada 2018 dalam satu semester, per sekolah rata-rata penggunaan kertas dalam pembuatan soal dan buku rapor adalah sebanyak 490 rim dan membutuhkan waktu 31 hari kerja. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Provinsi Riau membuat Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Terpadu (SIMPINTER) untuk melakukan efisiensi dalam pelaksanaan ujian dan pembuatan buku rapor. Dalam membangun sistem ini digunakan bahasa pemrograman C# berbasis ASP .NET dan basisdata SQL Server Management Studio 2017 dengan framework Kendo User Interface dan arsitektur three-tiered client/server. Metode yang digunakan adalah metodologi 4D AGIT. SIMPINTER yang dibangun dapat menghilangkan penggunaan kertas sebanyak 490 rim dalam pembuatan soal dan buku rapor dengan cara mengotomatisasi pengerjaan paket ujian siswa secara online, selain itu juga dapat mengurangi waktu dalam melakukan penilaian ujian dan pembuatan buku rapor dari 31 hari kerja menjadi 90 menit. Kata Kunci : 4D AGIT, Sistem informasi Pendidikan, Kendo User Interface (Kendo UI) I. PENDAHULUAN Teknologi Informasi (TI) diartikan sebagai ilmu pengetahuan dalam bidang informasi yang berbasis komputer yang perkembangannya sangat pesat, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam melakukan setiap pekerjaan. Teknologi bukan hanya sekedar pengolah data dan informasi tetapi penggunaannya semakin meluas dan telah berkembang menjadi sebuah sarana komunikasi dan edukasi yang paling cepat saat ini, sehingga penggunaanya menjadi penting dalam pengolahan informasi pada suatu lembaga di bidang pendidikan seperti sekolah [1]. Populasi Sekolah Menengah (SMA) yang cukup besar di Provinsi Riau yaitu sebanyak 446 SMA pada 2018 [2], membuat Dinas Pendidikan Provinsi Riau ingin meningkatkan efisiensi penggunaan kertas dalam pembuatan soal ujian dan buku rapor pada SMA dimana jumlah siswa SMA dengan komposisi rata-rata 3 angkatan dengan 3 jurusan, yang terdiri dari 5 ipa, 4 ips dan 1 bahasa, dan 1 kelas terdiri dari 30 siswa, membutuhkan kertas dan waktu pengerjaan yang relatif tinggi. Dalam satu semester, untuk setiap mata pelajaran bisa melaksanakan latihan soal sebanyak 1 kali, 3 kali ujian (ujian harian, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester), dan untuk kelas XII melaksanakan 1 kali try out ujian nasional (UN) di akhir semester. Sedangkan pembuatan rapor mengikuti kurikulum 2013, yang dibagi menjadi empat penilaian kompetensi inti, sehingga diperkirakan menghabiskan rata-rata 490 rim kertas dan pembuatan rapor rata-rata menghabiskan waktu 31 hari kerja dikarenakan nilai latihan, ujian, dan tugas dicatat oleh guru pada dokumen spreadsheet, yang kemudian akan diolah secara manual untuk dijadikan nilai rapor. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan mengembangkan suatu sistem informasi yang dapat mengotomatisasi pelaksanaan ujian dan pembuatan buku rapor, yaitu Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Terpadu (SIMPINTER). SIMPINTER ini diharapkan sekolah dapat mengurangi biaya cetak dan