PROS SEM NAS MASY BIODIV INDON Volume 1, Nomor 5, Agustus 2015 ISSN: 2407-8050 Halaman: 1182-1185 DOI: 10.13057/psnmbi/m010538 Pengujian sifat kemampuan menyerbuk silang lima klon kakao (Theobroma cacao) Examination of cross pollination compatibility on five clones cacao (Theobroma cacao) TIKA RAHMA YUNITA , TARYONO, SUYADI MW Program Studi Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Jl. Flora No. 1, Bulaksumur, Sleman 55281, Yogyakarta, Tel. +62- 274-544716, Fax. +62-274-589797, email: glasses.code@gmail.com Manuskrip diterima: 20 Februari 2015. Revisi disetujui: 24 Mei 2015. Abstrak. Yunita TR, Taryono, Suyadi MW. 2015. Pengujian sifat kemampuan menyerbuk silang lima klon kakao (Theobroma cacao). Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 1: 1182-1185. Sebagian besar kakao yang dibudidayakan bersifat menyerbuk silang, karena adanya sifat self-incompatible (ketidak kemampuan menyerbuk sendiri) dan kemungkinan juga kemampuan menyerbuk terhadap klon yang lain. Kekurangan ini diduga menjadi penyebab rendahnya jumlah buah yang berhasil selamat hingga dapat dipanen serta beragamnya jumlah biji per buah. Kesesuaian ibu (induk betina)-bapak (induk jantan) dan tampaknya menjadi bagian yang penting dalam budidaya tanaman pohon penyerbuk silang, oleh karena itu dalam penelitian ini dicoba tingkat kesesuaian ibu-bapak dalam program persilangan koleksi klon kakao yang dimiliki oleh kebun produksi Unit Produksi Samigaluh PT. Pagilaran, di Pagerharjo, Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, yaitu klon KKM4, RB, RCC70, RCC72 dan RCC73. Uji kesesuaian dilaksanakan dengan melakukan persilangan dialel penuh menggunakan 5 klon koleksi.Uji kesesuaian dilaksanakan dengan membandingkan tingkat keberhasilan persilangan 5 klon yang dikaji serta jumlah biji dari masing-masing buah hasil persilangan.Dengan menggunakan persentase keberhasilan persilangan, kelima klon tidak memiliki kemampuan menyerbuk sendiri atau bersifat self-incompatible.Klon RB, RCC70, dan RCC73 menjadi ibu yang baik apabila disilangkan menggunakan donor serbuk sari KKM4.Klon RB dapat menjadi donor serbuksari Klon KKM4, RCC70, dan RCC73. Serbuk sari klon RCC70 mampu digunakan sebagai donor jantan klon KKM4, RB, dan RCC73, sedangkan serbuk sari klon RCC72 dapat membuahi klon KKM4, RB, RCC70, dan RCC73. Serbuk sari klon RCC73 menghasilkan buah apabila digunakan sebagai donor jantan untuk semua klon yang duji.Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam pengembangan kebun komersial kakao secara poliklonal, pemilihan klon penyusun kebun poliklonal tersebut merupakan tahapan sangat penting agar dihasilkan buah yang banyak dengan jumlah biji/buah dan berat biji yang memenuhi syarat mutu. Kata kunci: Cross-pollination, dialel, self-incompatible, Theobroma cacao Abstract. Yunita TR, Taryono, Suyadi MW. 2015. Examination of cross-pollination compatibility on five clones cacao (Theobroma cacao). Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 1: 1182-1185. Most of the cacao are cross-pollinated due to self-incompatibility and possibly also the ability to pollinate against another clone. This deficiency is seemed to be the cause of the low number of fruit set, harvested pod and seed number per pod. Selection of paternal and maternal parent are important for cultivating cross-pollinated plant. The aim of this research was to examine the compatibility of five cross-pollinated clones cocoa at Production Units Samigaluh PT. Pagilaran Pagerharjo, Samigaluh, District of Kulon Progo, Yogyakarta. They were KKM4, RB, RCC70, RCC72, and RCC73. This research used full diallel matting design by comparing the percentage of fruit set and number of seed from all matting combination. All of the clones are self- incompatibility and they are some compatibility on cross pollination. RB, RCC70, and RCC7 are capable of doing cross-pollination with KKM4 as paternal parent. RB as paternal parent is cross compatible to KKM4, RCC70, and RCC73. Maternal parent from KKM4, RCC70, and RCC73 are cross compatible with RCC70. KKM4, RB, RCC70, and RCC73 are cross compatible with donor pollen from RCC72, and donor pollen from RCC73 is compatible for doing cross-pollination with KKM4, RB, RCC70, and RCC72. From this study, it can be concluded that the development of commercial polyclonal cocoa plantation, the election of constituent clones in the polyclonal garden are essential steps to produce fruit that the number of seeds/fruit and seed weight meets dfb the quality requirements. Keywords: Cross-pollination, diallel, self-incompatibility, Theobroma cacao PENDAHULUAN Tanaman kakao sebagian besar merupakan tanaman menyerbuk silang dan inkompatibel melakukan penyerbukan sendiri (Sari dan Susilo 2011), ini disebabkan adanya sifat Self-incompatibility (SI). SI merupakan suatu peristiwa dimana polen dan pistil normal gagal melakukan pembuahan pada persilangan sendiri (Chahal dan Gosal 2002).SI dapat digolongkan kedalam GSI (Gametophytic self-incompatibility) dan SSI (Sporophytic self- incompatibility) (Haring et al. 1990). Penolakan polen pada GSI ditentukan oleh genotip dari genom haploid polen, sedangkan SSI ditentukan oleh genom diploid tetua (Takayama dan Isogai 2005). Manfaat SI pada tanaman kakao adalah menolak terjadinya inbreed dan dapat digunakan untuk membentuk benih hibrida.