Seminar dan Konferensi Nasional IDEC ISSN: 2579-6429 2019 Surakarta, 2-3 Mei 2019 F04.1 Analisis Model Knowledge Sharing Behavior pada Industri Garmen di PT. EMA (Eastern Modern Apparel) Rahmat Ramdani *1) , Bramantiyo Eko Putro 2) 1,2 Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Suryakancana Jl. Pasirgede Raya, Bojongherang, Cianjur 43216 Email: rahmatramdani747@gmail.com 1 , bramantiyo@unsur.ac.id 2 ABSTRAK PT. EMA (EASTERN MODERN APPAREL) merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang industri tekstil yang berkawasan di Cipeyem, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini dilakukan untuk menerapkan knowledge sharing (berbagi pengetahuan) di lingkungan kerja PT. EMA yang memiliki beberapa divisi. Penerapan berbagi pengetahuan pada divisi-divisi bertujuan untuk menimbulkan rasa keinginan untuk saling bertukar informasi yang dibutuhkan sesama rekan kerja. Model yang digunakan merupakan pengembangan dari model Theory of Planned Behavior dengan penambahan beberapa faktor yaitu hubungan yang diharapkan, kontribusi yang diharapkan, kesenangan dalam membantu orang lain, kompetensi diri, ketersediaan sumber daya, teknologi, kepercayaan, sikap berbagi, dan niat berbagi. Data penelitian dilakukan dengan dua cara, menyebarkan kuesioner secara langsung maupun secara online. Data yang diperoleh digunakan untuk menguji model konseptual secara empiris menggunakan structural equation modeling (SEM). Model konseptual diuji dengan 220 sampel. Dari hasil pengujian, dapat diketahui faktor-faktor yang menjelaskan terjadinya aktivitas berbagi pengetahuan yaitu ketersediaan sumber daya, sikap berbagi dan niat berbagi. Kata kunci: berbagi pengetahuan, niat berbagi pengetahuan, ketersediaan sumber daya, sikap berbagi pengetahuan. 1. Pendahuluan Latar Belakang Dalam era persaingan globalisasi dunia sangat diperlukan adanya industri yang maju dengan tenaga kerja yang profesional pada bidangnya masing-masing. Suatu hasil dalam hal dunia kerja menuntut untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif dalam melakukan pekerjaan dalam bidangnya masing-masing (Riyadi, 2011). Persaingan ketat dan kondisi perekonomian dunia khususnya ASEAN yang berubah-ubah menjadi tantangan bagi sebuah perusahaan. Tantangan tersebut tidak hanya berhenti dalam jangka pendek saja, tetapi juga meliputi jangka panjang. Perusahaan tidak hanya dituntut untuk tetap bertahan dalam bisnisnya tetapi juga harus memperoleh pengetahuan-pengetahuan yang ada di dalam perusahaan itu sendiri (Suryadi, 2012). Mantan Menteri KUKM Syarief Hasan menyampaikan bahwa pelaku usaha perlu mempersiapkan kualitas serta kapabilitas (SDM) dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk menghadapi persaingan di era masyarakat ekonomi ASEAN (Arisandy, 2014). Keunggulan kompetitif bisa digali dari dalam organisasi misalnya melalui kemampuan karyawan, struktur organisasi, sistem kerja organisasi, kreativitas untuk menciptakan proyek- proyek yang menguntungkan organisasi dan knowledge (pengetahuan) (Aldi, 2005). Hal-hal dasar yang akan menjadi pengaruh pada persaingan usaha bisnis saat ini bukan pada era informasi atau data, tapi sudah beralih ke era pengetahuan (Arief, 2017). Akses informasi yang begitu cepat dan jarak yang semakin tidak berarti membawa perubahan yang signifikan pada tatanan kehidupan tenaga kerja serta lingkungan organisasi yang harus memiliki pengetahuan yang terstruktur (Bambang dkk., 2009). Suatu organisasi ketika ingin mencapai visi dan misinya harus mengelola pengetahuan yang dimilikinya dengan baik agar dapat bersaing dengan organisasi yang lain. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan berbagi pengetahuan baik yang bersifat spontan, terstruktur maupun